Kupas Perbedaan Antara Startup, Perusahaan Konvensional & UMKM

0 3,774

Jakarta, BSINews – Milenial sudah mengenal kata startup. Startup umumnya digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang layanan atau produknya berbasis teknologi. Berkembangnya startup sangat menguntungkan bagi negara berkembang seperti Indonesia karena pendiriannya meningkatkan perekonomian.

Seiring kemajuan teknologi, ketiga perusahaan yaitu startup, perusahaan konvensional dan UMKM ini menerapkan teknologi untuk memudahkan perusahaan tersebut berinteraksi dengan konsumen dan mencari tahu apa yang diminati konsumen.

Baca juga: Startup Indonesia Tumbuh Pesat & Terus Berinovasi

Ketiga perusahaan ini, memiliki tujuan yang sama yaitu mengembangkan perekonomian, namun terdapat perbedaan yang sangat penting di antara ketiga perusahaan tersebut. Mari kupas masing-masing unsur tersebut.

Tujuan

Tujuan perusahaan startup biasanya mengembangkan bisnisnya dengan cara inovatif secepat mungkin, sedangkan tujuan perusahaan konvensional adalah keuntungan jangka panjang. Selain itu, tujuan UMKM adalah menumbuhkan dan mengembangkan usahanya untuk membangun perekonomian berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Pendanaan

Perusahaan startup biasanya membutuhkan lebih banyak dana untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga para pelaku startup mencari investor untuk mendukung pembiayaan ventura karena perusahaan konvensional biasanya sudah memiliki modal lebih. Pada saat yang sama, UMKM dibesarkan dari dana mereka sendiri.

Struktur organisasi

Startup memiliki struktur organisasi yang lebih fleksibel dan tidak terlalu terikat oleh aturan yang ketat, sedangkan perusahaan konvensional memiliki struktur organisasi yang lebih terorganisir dan terstruktur dengan baik.

Skala bisnis

Startup kebanyakan beroperasi dalam skala kecil, namun inovasi sangat penting untuk kelangsungan hidup startup di masa depan. Perusahaan konvensional sudah beroperasi dalam skala yang lebih besar. Pada saat yang sama, UMKM tidak membatasi pertumbuhannya dan fokus untuk mengeksploitasi pasar yang ada.

Menurut Mahmud Syarif selaku Ketua BSI Startup Center (BSC), salah satu perbedaan terbesar antara startup, perusahaan konvensional, dan UMKM terletak pada inovasi produk atau layanan.

Baca juga: 5 Kunci Kesuksesan Startup yang Harus Diketahui Setiap Pengusaha Muda

“Jika ingin memulai bisnis kecil, yang harus dipikirkan adalah apa yang ada untuk meningkatkan minat pelanggan. Inovasi adalah hal terpenting bagi startup untuk menarik konsumen, yang misinya bukan hanya inovasi, tetapi juga kreativitas tanpa batas,” tuturnya.

Ia mengatakan, situasi seperti ini jelas membutuhkan terobosan inovasi untuk memungkinkan tumbuh dan beroperasi secara menguntungkan. Sedangkan eksekutif konvensional memanfaatkan inovasi startup untuk mendukung kelangsungan bisnis.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.