Strategi Cerdas UBSI: Seminar LPPM Ungkap Kunci Sukses Luaran Penelitian & PkM di Era Digital!

0 3

BSINews, – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menggelar sebuah event seminar yang krusial pada Kamis (1/10/2026).

Seminar bertajuk “Optimalisasi Luaran Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Penguatan IKU dan Pemutakhiran SINTA” ini diikuti oleh 630 peserta yang terbagi dalam dua sesi intensif.

Baca juga: LPPM UBSI Gelar Klinik Research Idea to Proposal, Dorong Periset Muda Kembangkan Gagasan Penelitian

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika UBSI mengenai cara mengoptimalkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM), khususnya dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) institusi serta pembaruan data di Science and Technology Index (SINTA).

Seminar ini membahas secara komprehensif berbagai aspek penting. Mulai dari keterkaitan kegiatan penelitian dan PkM dengan Sustainable Development Goals (SDGs), strategi pemetaan kegiatan, prosedur pengajuan melalui Pusat Pengajuan LPPM-PkM, hingga pentingnya rekognisi, sinkronisasi publikasi ilmiah, serta pencatatan produk dan prototipe sebagai luaran yang bernilai.

Sesi pertama yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB menghadirkan Sucitra Sahara, M.Kom sebagai narasumber.

Fokus utama sesi ini adalah penguatan pemahaman mengenai IKU dan SDGs dalam konteks luaran penelitian dan PkM. Peserta mendapatkan pandangan mendalam tentang bagaimana IKU dan SDGs saling terkait dengan aktivitas riset dan pengabdian.

Sucitra Sahara menjelaskan, “Peserta perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai IKU dan SDGs serta bagaimana kegiatan penelitian dan pengabdian yang mereka lakukan dapat berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Kami memberikan contoh konkret pemetaan riset ke dalam SDGs dan cara menuliskannya dalam proposal, serta pentingnya memanfaatkan Pusat Pengajuan LPPM-PkM.”

Ia menekankan pentingnya minimal mencantumkan dua IKU dan dua SDGs dalam setiap perencanaan kegiatan agar lebih terarah dan luaran yang dihasilkan dapat dioptimalkan.

Selanjutnya, pada sesi kedua yang dilaksanakan pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, giliran Yoseph Tajul Arifin, M.Kom yang menjadi narasumber. Sesi ini secara khusus menitikberatkan pada pemutakhiran data di SINTA dan optimalisasi pencatatan seluruh luaran penelitian serta PkM.

Yoseph Tajul Arifin memaparkan, “SINTA adalah garda terdepan untuk mengukur kinerja akademik kita. Penting sekali bagi setiap peneliti untuk secara rutin memutakhirkan dan menyinkronkan data di profil SINTA mereka, termasuk sinkronisasi publikasi dari Scopus, Web of Science, hingga Google Scholar.”

Ia juga memberikan panduan praktis cara menemukan identitas peneliti di berbagai platform tersebut.

Tak hanya itu, sesi ini juga memberikan wawasan tentang pencatatan produk dan prototipe, bahkan memperkenalkan pemanfaatan AI seperti ChatGPT untuk membantu perancangan prototipe sederhana sesuai kebutuhan mitra.

Peserta diajak untuk memastikan setiap luaran yang relevan tercatat dan tersinkronisasi dengan akurat.

Dengan partisipasi 630 sivitas akademika, seminar ini berhasil memperkuat pemahaman tentang esensi hubungan antara luaran penelitian dan PkM dengan pencapaian IKU dan SDGs.

Para peserta kini lebih siap dalam mengelola dan mengoptimalkan hasil karya mereka, sekaligus memastikan data dan identitas peneliti tercatat dengan baik di SINTA.

Baca juga: Dorong Riset Berdampak, LPPM UBSI Evaluasi Penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian 2026

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya memberikan wadah bagi para akademisinya untuk terus berkembang dan berkontribusi nyata.

Kegiatan seminar ini diharapkan menjadi stimulus penting bagi sivitas akademika UBSI untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat, serta memperkuat posisi universitas dalam ekosistem akademik nasional melalui pemutakhiran data SINTA yang akurat dan pencapaian IKU yang optimal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.