Tak Sekadar Kenal AI, Mahasiswa Baru UBSI Langsung Praktik Prompting Lewat Workshop Digital Kreatif
BSINews, Jakarta- Workshop Digital Kreatif Mahasiswa Baru yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda sukses membekali generasi muda dengan keterampilan AI Prompting sebagai bekal menghadapi era transformasi digital. Kegiatan bertajuk “AI Prompting for Digital Creative” ini berlangsung pada Sabtu (25/7/2026), pukul 09.00–11.00 WIB, di UBSI Kampus Pemuda, Jalan Kayu Jati V No. 2, Rawamangun, Jakarta Timur, dengan menghadirkan AI Trainer sekaligus Marketing Content Creative UBSI, Fitria Rossa sebagai narasumber dan dipandu Jeremy Lutfi Reagen, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi.
Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI Bekali Siswa SMK Wihdatul Ummah Kuasai AI untuk Produksi Konten
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bina Sarana Informatika dalam mempersiapkan mahasiswa baru agar mampu menguasai teknologi terkini yang dibutuhkan industri. Melalui materi dan praktik langsung, peserta diperkenalkan pada teknik menyusun prompt yang efektif untuk menghasilkan ide kreatif, desain visual, hingga konten digital menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menghadirkan program pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi sehingga mahasiswa memiliki kompetensi digital sejak awal perkuliahan. Pendekatan ini menjadi salah satu upaya kampus dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.
Dalam workshop tersebut, peserta mempelajari dasar-dasar AI Prompting, teknik membuat prompt untuk kebutuhan desain grafis, strategi menyusun prompt bagi content creator, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas dalam berbagai aktivitas digital. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung menggunakan berbagai platform AI.
Narasumber, Fitria Rossa menegaskan bahwa kemampuan memanfaatkan AI harus diimbangi dengan keterampilan menyusun prompt yang tepat agar teknologi tersebut benar-benar memberikan hasil yang optimal.
“Artificial Intelligence bukanlah pengganti manusia, melainkan teknologi yang dapat membantu kita bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih kreatif. Namun, hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada bagaimana kita menyusun prompt. Semakin jelas dan spesifik prompt yang dibuat, maka hasil yang diperoleh juga akan semakin berkualitas. Karena itu, mahasiswa perlu menguasai teknik AI Prompting sejak dini agar siap menghadapi perkembangan dunia kerja yang semakin digital,” jelas Fitria.
Ia juga menambahkan bahwa penguasaan AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri.
“Saat ini hampir semua sektor mulai mengintegrasikan AI dalam proses bisnisnya. Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab. AI seharusnya menjadi partner untuk berinovasi, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia,” tambahnya.
Antusiasme mahasiswa baru terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti praktik, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan AI dalam bidang desain, komunikasi, pemasaran digital, hingga dunia kerja.
Salah satu peserta, Faliza Alya Rahman, mahasiswa baru Program Studi Desain Komunikasi Visual, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui workshop tersebut.
“Saya sangat senang bisa mengikuti workshop ini karena materinya sesuai dengan bidang yang akan saya pelajari. Sebelumnya saya hanya mengetahui AI digunakan untuk membuat gambar, tetapi hari ini saya belajar bahwa kualitas hasil AI sangat dipengaruhi oleh cara kita membuat prompt. Ilmu yang saya dapatkan sangat bermanfaat untuk menunjang kreativitas saya sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual,” ujarnya.
Kesan positif juga disampaikan oleh Jihan Azzahra yang menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan baru mengenai pemanfaatan AI secara produktif.
“Workshop ini sangat menarik karena kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung mencoba praktik membuat prompt. Saya jadi memahami bahwa AI dapat membantu mencari ide, membuat konten, hingga menyelesaikan tugas dengan lebih efektif. Kegiatannya seru, interaktif, dan membuat saya semakin semangat memulai perkuliahan di UBSI,” ungkapnya.