Tidur Berantakan, Bangun Pun Kelelahan? Tim Peneliti UBSI Bongkar Pola Tidur Gen-Z Pakai K-Means!

0 328

BSINews, Pontianak – Siapa di sini yang masih scrolling TikTok jam 2 pagi? Atau yang niatnya cuma “rebahan bentar” malah bablas sampai pagi? Kalau kamu sering ngalamin hal ini, mungkin kamu termasuk dalam salah satu klaster tidur yang baru aja diungkap oleh tim peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Baca juga: Inovasi Tanpa Batas: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya dalam Penelitian

Dengan pendekatan berbasis data mining dan machine learning, para peneliti UBSI berhasil mengidentifikasi pola tidur Generasi Z (Gen-Z) menggunakan algoritma K-Means. Penelitian ini bukan sekadar iseng, tapi bertujuan untuk memahami bagaimana teknologi dan gaya hidup digital mempengaruhi kebiasaan tidur anak muda zaman now.

Tim yang dipimpin oleh Riski Annisa bersama Panny Agustia Rahayuningsih, Anna, Reymond Syahputra Hidayana, dan Zulfikar Ismaya Ramadhani menemukan bahwa tidur Gen-Z bisa dikategorikan ke dalam tiga klaster utama. Klaster pertama, “Tidur Tidak Teratur”, dihuni oleh mereka yang jadwal tidurnya kacau balau dan sering kurang tidur.

Sedangkan, Klaster kedua, “Tidur Sehat”, merupakan segelintir orang yang beruntung bisa tidur cukup dan berkualitas (mungkin mereka makhluk langka di antara kita). Klaster ketiga, “Kurang Tidur”, berisi mereka yang durasi tidurnya super pendek dan sering merasa ngantuk seharian gara-gara kurang istirahat.

Yang bikin miris, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur punya dampak besar terhadap kualitas tidur yang buruk. Sering nonton drama Korea sampai larut malam? Atau scroll media sosial tanpa sadar waktu? Jangan heran kalau besoknya bangun dengan kepala berat dan energi yang entah kemana. Konsumsi kafein berlebihan dan minimnya aktivitas fisik juga jadi penyebab utama gangguan tidur di kalangan Gen-Z.

Dari hasil penelitian ini, para peneliti UBSI menyarankan adanya strategi intervensi supaya anak muda bisa memperbaiki kebiasaan tidurnya. Salah satu rekomendasinya adalah pengembangan aplikasi digital yang bisa membantu pengguna memantau dan mengelola kebiasaan tidur mereka. Selain itu, kampanye edukasi tentang pentingnya tidur berkualitas juga perlu digencarkan, biar makin banyak orang sadar kalau tidur bukan cuma soal rebahan, tapi juga investasi buat kesehatan mental dan fisik.

Universitas Bina Sarana Informatika mendukung penuh penelitian ini dan berkomitmen untuk terus mengembangkannya agar bisa memberikan wawasan lebih luas tentang pola tidur anak muda. Ke depan, penelitian ini akan diperluas dengan cakupan sampel yang lebih besar, supaya hasilnya makin akurat dan bisa jadi acuan bagi akademisi, praktisi kesehatan, serta masyarakat luas.

“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Bina Sarana Informatika atas dukungan dan pendanaan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung proses penelitian serta mendorong pengembangan ilmu pengetahuan di bidang yang kami tekuni. Semoga dukungan ini terus berlanjut untuk mendorong inovasi dan kemajuan akademik di UBSI,” ungkap Riski Annisa, mewakili tim peneliti.

Baca juga: Dosen FTI UBSI Semakin Melek AI, Siap Berinovasi dalam Penelitian

Jadi, kalau kamu masih suka begadang tanpa alasan jelas, mungkin sudah waktunya untuk refleksi diri. Mau masuk klaster “Tidur Sehat” atau tetap jadi bagian dari geng zombie kelelahan setiap pagi? Keputusan ada di tanganmu!(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.