Tiga Peran Satu Waktu, Kisah Imas Wulansari Menuntaskan Kuliah di Tengah Kesibukan Kerja dan Mengasuh Anak

0 3

BSINews, Jakarta – Menjalani pekerjaan penuh waktu, mengasuh anak, dan menyelesaikan pendidikan sarjana bukan perkara mudah. Namun, Imas Wulansari membuktikan bahwa ketiga tanggung jawab tersebut dapat dijalani secara berdampingan. Di tengah kesibukannya sebagai pekerja dan ibu dari seorang putri, ia tetap berkomitmen menuntaskan studi S1 Program Studi Sistem Informasi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif pada Kamis (13/8).

Tiga Peran Satu Waktu, Kisah Imas Wulansari Menuntaskan Kuliah di Tengah Kesibukan Kerja dan Mengasuh Anak

Setelah kembali berkarier usai menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, Imas menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan pendidikan. Dukungan keluarga serta lingkungan kerja yang positif menjadi bagian penting dalam perjalanannya untuk terus berkembang dan meningkatkan kompetensi.

Saat ini, Imas menyusun skripsi berjudul “Sistem Informasi Monitoring Tindak Lanjut Surat Hasil Pengawasan dan Pengendalian Direktorat Wasdal I”. Penelitian tersebut berangkat dari persoalan pencatatan dan pemantauan tindak lanjut surat yang masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet.

Dalam kesehariannya, Imas menerapkan sejumlah cara untuk menjaga keseimbangan tanggung jawab. Ia menyusun prioritas berdasarkan urgensi dan tenggat waktu, menjaga komunikasi terbuka dengan suami dan keluarga, serta menyisihkan waktu untuk menemani putrinya bermain dan belajar.

“Bukan berarti salah satu dari peran ibu, pekerja, atau mahasiswa harus dikorbankan. Kalau bisa diatur prioritasnya, terus terbuka dengan keluarga, dan tetap menyisihkan waktu untuk anak, semuanya bisa jalan berdampingan,” ujar Imas dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Kamis (13/8).

Baca Juga : Bukan Cuma IPK! Ini Pentingnya Bangun Relasi Positif Selama Kuliah

Melalui skripsinya, Imas merancang sistem informasi berbasis web yang diharapkan dapat membantu mengintegrasikan pencatatan surat, pemantauan progres tindak lanjut, proses verifikasi, hingga penyusunan laporan secara lebih terstruktur. Sistem ini juga diharapkan mempermudah pencarian data dan mengurangi kebutuhan rekapitulasi manual sehingga proses pemantauan di Direktorat Wasdal I dapat berlangsung lebih efisien dan akuntabel.

Dalam proses penyelesaian studi, Imas menyampaikan terima kasih kepada UBSI, Ketua Program Studi Sistem Informasi, dosen pembimbing skripsi, serta rekan kerja di Direktorat Pengawasan dan Pengendalian I yang telah memberikan dukungan selama proses penelitian dan pengumpulan data.

Perjalanan Imas menjadi gambaran bahwa tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan pendidikan dapat dijalani secara beriringan dengan dukungan serta pengelolaan waktu yang baik. Baginya, menyelesaikan pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang terus belajar dan membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik.

“Menjadi ibu bukan alasan untuk berhenti belajar, tapi justru alasan untuk terus melangkah demi masa depan yang lebih baik,” tutup Imas. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.