Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Sukabumi Ciptakan Inovasi AI untuk Deteksi Dini Penyakit Daun Cabai

0 16

BSINews, Sukabumi – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin banyak dimanfaatkan untuk menjawab tantangan di berbagai bidang, termasuk pertanian. Melihat potensi besar ini, tim dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi berinovasi menciptakan model AI untuk mendeteksi dini penyakit daun cabai. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan utama yang sering menurunkan produktivitas tanaman cabai di Indonesia.

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Penelitian Dana Yayasan (PDY) Tahun 2025 yang dijalankan oleh tim dosen dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Sukabumi. Kegiatan penelitian berlangsung sejak Mei hingga Desember 2025 di Laboratorium Komputer UBSI kampus Sukabumi, dengan dukungan analisis daring melalui Google Colab Pro.

Ciptakan Inovasi AI untuk Deteksi Dini Penyakit Daun Cabai

Tim peneliti dipimpin oleh Rizal Amegia Saputra dan beranggotakan Rusda Wajhillah, serta dua mahasiswa, Hani Noviani dan Saela Nurusysyifa. Mereka bekerja sama mengembangkan model AI dengan pendekatan Few-Shot Learning, yaitu metode pembelajaran mesin yang memungkinkan sistem mengenali pola baru hanya dengan sedikit data. Pendekatan ini dinilai sangat relevan, mengingat riset pertanian digital di Indonesia kerap terkendala keterbatasan dataset berlabel.

Rizal Amegia Saputra menjelaskan bahwa inovasi ini diharapkan dapat membantu petani melakukan deteksi dini penyakit daun cabai dengan cara yang sederhana.

“Petani cukup memotret daun cabai menggunakan kamera ponsel. Sistem akan menganalisis citra tersebut dan menampilkan hasil deteksi secara otomatis. Dengan cara ini, pengendalian penyakit bisa berlangsung lebih cepat, efisien, dan hemat biaya,” jelas Rizal dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10).

Sementara itu, Rusda Wajhillah menambahkan bahwa penelitian ini juga menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat langsung dalam penerapan teknologi terkini. Melalui riset ini, mereka belajar bagaimana AI bisa memberikan solusi nyata untuk permasalahan di lapangan,” ungkap Rusda.

Salah satu anggota tim mahasiswa, Hani Noviani, turut menyampaikan kesannya selama terlibat dalam penelitian ini.

“Kami bangga bisa ikut berkontribusi dalam riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengalaman ini membuka wawasan kami tentang pentingnya inovasi digital dalam bidang pertanian,” tuturnya.

Baca juga: Pemanfaatan Alat Digital untuk Membantu Penulisan dan Sitasi Jurnal Penelitian

Selama proses penelitian, tim menjalani beberapa tahapan penting, mulai dari pengumpulan data citra daun, pra-pemrosesan, augmentasi data, pelatihan model, hingga evaluasi dan validasi hasil. Setiap tahap dilakukan secara cermat dengan bimbingan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI serta masukan dari rekan sejawat, guna memastikan penelitian memiliki nilai ilmiah sekaligus manfaat praktis yang tinggi.

Melalui penelitian ini, tim menargetkan sejumlah luaran penting, di antaranya publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi SINTA, pendaftaran Hak Cipta (HKI), video dokumentasi penelitian di kanal YouTube LPPM UBSI, serta artikel populer di media massa.

Inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memperkuat riset berbasis kecerdasan buatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain berkontribusi terhadap pengembangan teknologi pertanian digital, penelitian ini juga mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan AI untuk solusi pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.