Tim PKM BIMA UBSI Kampus Tasikmalaya Gandeng Pemdes Kaputihan Wujudkan Tata Kelola Wilayah Berbasis SIG
BSINews, Tasikmalaya – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bina Masyarakat (BIMA) mengadakan kunjungan resmi ke Desa Kaputihan pada Senin (28/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) Berbasis Partisipatif untuk Penguatan Tata Kelola Wilayah di Desa Kaputihan.”
Sebagai kampus digital kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan. Tim PKM yang diketuai oleh Dra. Yani Sri Mulyani beranggotakan Miftah Farid Adiwisastra, Yanti Apriyani, serta dua mahasiswa yaitu Atyla dan Dwi Fitriani. Kegiatan kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Desa Kaputihan, Ujang Herman, dan disambut dengan antusias.
Baca juga: UMKM Tambol Dapok Naik Kelas: UBSI Dukung Lewat Program Pengabdian Berbasis Teknologi
Dalam diskusi bersama, dibahas rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, termasuk serah terima hibah aplikasi Sistem Informasi Geografis dan sejumlah perangkat pendukung lainnya kepada pemerintah desa. Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data wilayah serta meningkatkan efisiensi tata kelola desa.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Hibah aplikasi dari Universitas BSI sangat membantu kami dalam meningkatkan efisiensi tata kelola wilayah. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujar Ujang Herman, Kepala Desa Kaputihan.
Sementara itu, ketua tim PKM, Yani Sri Mulyani, menyampaikan bahwa kontribusi tersebut adalah bentuk nyata sinergi antara akademisi dan masyarakat. “Pemberian hibah aplikasi ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi akademisi terhadap masyarakat. Kami berharap aplikasi ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa dan memberikan dampak positif,” jelasnya.
Program ini tak hanya berhenti pada pemberian aplikasi, namun juga disertai dengan komitmen pendampingan teknis serta pelatihan bagi perangkat desa. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat pun diharapkan dapat aktif terlibat dalam proses pemetaan dan perencanaan wilayah mereka sendiri.
UBSI Kampus Tasikmalaya berharap, kegiatan ini mampu menjadi inspirasi kolaborasi berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintahan desa, sehingga mampu menciptakan inovasi yang tepat guna dan meningkatkan kualitas layanan publik di tingkat lokal.(Niken)