BSINews, Tangerang – SMAN 3 Kabupaten Tangerang harus menelan pil pahit setelah gagal menaklukkan SMKN 1 Kabupaten Tangerang di babak final BSI FLASH 2025 Tangerang Raya. Dengan hasil akhir 2-4, mereka terpaksa pulang dengan trofi runner-up. Ya, final ini memang penuh drama, tapi SMAN 3 belum bisa mengatasi ketangguhan SMKN 1 yang mendominasi pertandingan yang berjalan di Sport Center Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus BSD, Kamis (26/9).
Bayu Arya Sakti, pelatih tim futsal SMAN 3, nggak menutup-nutupi kekecewaannya. “Anak-anak belum main di performa terbaiknya. Babak pertama kita kebobolan tiga gol karena ada miskomunikasi antar pemain,” ujar Bayu dengan nada reflektif. Tapi, meski begitu, dia nggak terlalu menyalahkan anak didiknya. “Turnamen BSI FLASH 2025 ini jadi pengalaman berharga buat kita. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi.”
Bayu juga menambahkan pesan khusus buat para junior di SMAN 3 Kabupaten Tangerang. “Ayo, adik-adik, lebih semangat lagi. Kami selalu welcome buat kalian yang pengen gabung dan sama-sama meraih kesuksesan,” katanya dengan semangat yang kembali membara.
Sementara itu, Mochamad Rival Satria Fauzan, salah satu pemain kunci SMAN 3, mengakui bahwa timnya memang harus banyak berbenah. “Latihan harus ditambah, semangat tetap harus dibangun. Kekalahan ini bikin kita sadar, kita masih ada kekurangan, terutama soal komunikasi di lapangan,” ucap Rival sambil menghela napas panjang. Ia juga bilang bahwa kehilangan tiga gol di babak pertama menjadi titik balik yang menyulitkan mereka untuk bangkit.
Meski begitu, Rival nggak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas BSI sebab sudah menyelenggarakan turnamen futsal ini. Baginya, BSI FLASH 2025 memberikan kesempatan besar bagi para pelajar di Tangerang untuk menunjukkan bakat dan skill mereka.
Di sisi lain, Dian Ardiansyah, selaku Organizer Committee BSI FLASH 2025, menegaskan bahwa Universitas BSI memberikan apresiasi luar biasa bagi para pemenang. Nggak cuma mendapatkan trofi, uang pembinaan, sertifikat juara, dan medali, tapi juga beasiswa kuliah di Universitas BSI buat mereka yang juara.
Meski SMAN 3 Kabupaten Tangerang harus puas dengan posisi kedua, perjalanan mereka di BSI FLASH 2025 ini jelas bukan akhir. Ini baru langkah awal, dan mereka masih punya banyak waktu untuk berbenah dan menatap turnamen selanjutnya.
Kalau kata coach-nya, “Pengalaman adalah guru terbaik,” dan kali ini, pelajaran yang dipetik dari kekalahan akan jadi bahan bakar buat mereka membalas di masa depan!(ACH)