Transformasi Pendidikan, Dosen UBSI Kenalkan Efisiensi Pembelajaran Lewat Kecerdasan Buatan di SMAN 79 Jakarta

0 43

BSINews, Jakarta — Transformasi digital di sektor pendidikan kian menjadi kebutuhan mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui program pengabdian kepada masyarakat menggelar pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Membuat Materi Pembelajaran” bagi Dewan Guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 79 Jakarta, Jumat (6/2).

SMAN 79 Jakarta Siap Jadi Sekolah Percontohan Adaptasi Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan narasumber Jordy Lasmana Putra, dosen UBSI sekaligus AI Education Specialist. Dalam pemaparannya, Jordy menekankan bahwa kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menekan beban administratif.

“AI adalah alat bantu, bukan pengganti profesionalisme guru. Peran pendidik akan bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih strategis,” ujar Jordy dalam keterangan rilis yang di terima di Jakarta pada Jumat (13/2).

Ia mengutip data dari Gallup-Walton Family Foundation Survey 2025 yang menunjukkan penggunaan AI secara rutin dapat menghemat waktu guru hingga 5,9 jam per minggu. Efisiensi tersebut, menurutnya, dapat dialihkan untuk memperkuat pendekatan pedagogis dan interaksi personal dengan siswa.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada dua perangkat berbasis AI yang dinilai relevan untuk ekosistem pendidikan, yakni Z.AI dan NotebookLM.

Melalui demonstrasi langsung, Jordy memperlihatkan fitur Lesson Plan Maker pada Z.AI yang mampu menghasilkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lengkap hanya melalui perintah sederhana. Platform tersebut juga dapat membantu pembuatan kuis otomatis, ringkasan materi, hingga strategi pembelajaran inovatif dalam waktu singkat.

“Z.AI mampu menghemat waktu hingga 70 persen dalam pembuatan materi pembelajaran. Guru dapat langsung mengaksesnya melalui peramban tanpa instalasi tambahan,” jelasnya.

Sementara itu, NotebookLM yang dikembangkan oleh Google Research dinilai efektif untuk menganalisis dokumen berbasis sumber yang diunggah pengguna. Guru dapat mengunggah buku atau jurnal dalam format PDF, kemudian meminta sistem merangkum, menyusun soal latihan, atau menyederhanakan materi sesuai jenjang siswa.

Baca juga : UBSI Perkuat Literasi Digital Guru Lewat Program Pengabdian Masyarakat di Sekolah Mitra

Menurut Jordy, fitur kutipan sumber pada NotebookLM menjadi keunggulan tersendiri dalam menjaga integritas akademik serta meminimalisasi potensi kesalahan informasi. Selain aspek teknis, pelatihan juga menyoroti pentingnya etika penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Jordy mengingatkan agar setiap konten yang dihasilkan tetap diverifikasi sebelum digunakan dalam pembelajaran.

“Guru harus memastikan akurasi konten, menghindari plagiarisme, serta menjaga privasi data siswa. Literasi etika menjadi kunci dalam integrasi AI di sekolah,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi praktik pembuatan prompt dan diskusi. Sejumlah guru menyatakan bahwa pendekatan “Think Smarter, Not Harder” relevan dengan kondisi beban kerja pendidik saat ini.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam menjembatani kebutuhan literasi teknologi antara pendidikan menengah dan perkembangan industri berbasis AI. Kehadiran akademisi dengan latar belakang riset di bidang Data Mining, Computer Vision, dan AI diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang adaptif dan efisien.

Baca juga : Dosen UBSI Dorong Integrasi AI Etis di Lingkungan Pendidikan Menengah

Pelatihan ditutup dengan sesi tanya jawab serta komitmen bersama untuk mulai mengimplementasikan AI secara bertahap di kelas. Jordy menegaskan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak dapat menggantikan empati seorang guru.

“AI bisa menyusun rencana pembelajaran dalam satu menit, tetapi tidak bisa menggantikan sentuhan manusia dalam mendampingi siswa. Gunakan AI untuk efisiensi administratif agar guru memiliki lebih banyak waktu membangun hubungan yang bermakna,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 79 Jakarta diharapkan menjadi salah satu sekolah yang adaptif terhadap pemanfaatan teknologi pendidikan secara etis dan bertanggung jawab, dengan pendampingan berkelanjutan dari UBSI. (Indari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.