Dari Catatan Manual Menuju Digital, UBSI Bantu Bank Sampah Mawar Burangrang Kelola Data Lebih Modern
BSINews, Depok – Sampah sering kali hanya dilihat sebagai sesuatu yang harus dibuang. Namun, bagi Bank Sampah Mawar Burangrang, sampah memiliki cerita lain. Di balik setiap kilogram limbah yang dikumpulkan, terdapat aktivitas ekonomi, data nasabah, transaksi tabungan, hingga upaya masyarakat menjaga keberlanjutan lingkungan.
Namun, semakin besar aktivitas yang dilakukan, semakin besar pula kebutuhan akan sistem pengelolaan yang lebih rapi dan modern. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan solusi melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bank Sampah Mawar Burangrang.
Baca juga: Dari Sampah Jadi Rupiah, UBSI Bantu Bank Sampah Mawar Burangrang Go Digital Lewat Shopee
Kegiatan yang berlangsung di sekretariat Bank Sampah Mawar Burangrang, Kota Depok, pada Selasa (14/7) ini menjadi bagian dari program PKM yang didanai oleh Program BIMA Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, UBSI berupaya mendorong transformasi digital dalam pengelolaan bank sampah agar proses administrasi, pencatatan transaksi, pengelolaan data nasabah, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Program PKM ini diketuai oleh Sri Wasiyanti dengan anggota Dr. Euis Meinawati dan Wina Widiati. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa UBSI, Ryu Putra Yonata dan Muhammad Imron Suparna, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Ketua pelaksana PKM, Sri Wasiyanti menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan tata kelola organisasi masyarakat, termasuk dalam pengelolaan bank sampah.
“Selama ini sebagian besar pencatatan transaksi di Bank Sampah Mawar Burangburang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu cukup lama dan berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan. Melalui aplikasi yang kami kembangkan, seluruh proses administrasi dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik,” jelas Sri dalam keterang rilis yang diterima pada Jumat (7/8).
Dalam pelatihan tersebut, pengurus Bank Sampah Mawar Burangrang mendapatkan pendampingan langsung mengenai berbagai fitur aplikasi, mulai dari registrasi nasabah, pencatatan transaksi setor sampah, pengelolaan jenis sampah dan harga, pencatatan saldo tabungan, hingga pembuatan laporan transaksi secara otomatis.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara praktik agar peserta dapat langsung mencoba penggunaan aplikasi. Pendekatan ini membuat pengurus lebih mudah memahami alur sistem dan mampu mengimplementasikannya dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Anggota tim PKM, Dr. Euis Meinawati menyampaikan bahwa teknologi hanya akan memberikan dampak maksimal apabila didukung kesiapan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya.
“Transformasi digital bukan hanya tentang menghadirkan aplikasi, tetapi juga memastikan pengguna mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dr Euis dalam keterang rilis yang diterima pada Jumat (7/8).
Sementara itu, Wina Widiati menjelaskan bahwa aplikasi yang dikembangkan dirancang dengan tampilan sederhana agar mudah digunakan oleh pengurus dengan berbagai tingkat kemampuan teknologi.
“Kami berupaya menghadirkan aplikasi yang mudah dipahami sehingga proses adaptasi dapat berlangsung lebih cepat. Harapannya, setelah pelatihan ini pengurus mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri dalam kegiatan sehari-hari,” kata Wina dalam keterang rilis yang diterima pada Jumat (7/8).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Ryu Putra Yonata dan Muhammad Imron Suparna turut memberikan pendampingan teknis, mulai dari instalasi aplikasi, simulasi penggunaan sistem, hingga membantu peserta memahami proses pengelolaan data digital.
Pengurus Bank Sampah Mawar Burangrang menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, aplikasi yang diperkenalkan UBSI mampu menjawab berbagai kendala administrasi yang selama ini dihadapi.
“Dengan adanya aplikasi ini, pekerjaan kami menjadi lebih mudah. Data nasabah, transaksi, hingga laporan dapat tersimpan dengan rapi sehingga pelayanan kepada masyarakat juga menjadi lebih baik,” ungkap salah satu pengurus Bank Sampah Mawar Burangrang dalam keterang rilis yang diterima pada Jumat (7/8).
Melalui hibah PKM BIMA Diktisaintek 2026, UBSI berharap inovasi teknologi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Bank Sampah Mawar Burangrang, tetapi juga dapat menjadi contoh pengembangan digitalisasi bank sampah bagi komunitas lain di berbagai daerah.
Baca juga: Dorong Ekonomi Sirkular, UBSI Latih Bank Sampah Vida Bekasi Go Digital
Sebab di era digital, menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan mengumpulkan sampah. Dibutuhkan sistem yang mampu mengelola data, membangun transparansi, dan menciptakan keberlanjutan agar gerakan ekonomi sirkular dapat terus berkembang.
Bagi Kamu yang ingin belajar di kampus yang aktif menghadirkan inovasi teknologi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui kegiatan penelitian serta pengabdian, informasi pendaftaran mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika dapat diakses melalui https://pmbubsi.id atau kunjungi https://bsi.ac.id.