UBSI dan Fatayat NU Gelar Pelatihan Komunikasi Keluarga di Ciledug, Perkuat Peran Perempuan
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Ciledug sebagai Kampus Digital Kreatif bekerja sama dengan Koperasi Yasmin Fatayat NU Kota Tangerang menyelenggarakan pelatihan komunikasi keluarga efektif di Aula Kecamatan Ciledug, pada Sabtu (11/4). Kegiatan ini diikuti oleh pengurus dan anggota Fatayat NU se-Kota Tangerang dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam keluarga serta mencegah dan menyelesaikan konflik secara konstruktif.
UBSI dan Fatayat NU Gelar Pelatihan Komunikasi Keluarga
Pelatihan ini dihadiri oleh Camat Ciledug Ayi Nuryadin, Kepala Kampus UBSI kampus Ciledug Setiaji, Ketua PC Fatayat NU Kota Tangerang Frida Amarilis, serta Ketua Pelaksana Ferrari Lancia. Kegiatan juga melibatkan dosen dan mahasiswa UBSI sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ayi Nuryadin menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga sebagai fondasi ketahanan sosial. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perempuan dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan sejahtera,” ujar Ayi dalam keterangan rilis di Jakarta, Senin (13/4).
Frida Amarilis turut menyoroti peran penting perempuan dalam keluarga, khususnya sebagai pendidik pertama bagi anak. Ia menyampaikan bahwa kualitas komunikasi dalam keluarga sangat menentukan pembentukan karakter generasi.
“Komunikasi yang baik dalam keluarga sangat penting dan menjadi penentu lahirnya generasi yang sehat secara emosional, berkarakter, serta berakhlak mulia,” tuturnya.
Pada sesi materi, tutor pelatihan Asriyani Sagiyanto menjelaskan bahwa komunikasi interpersonal memiliki peran kunci dalam menyelesaikan konflik keluarga. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, empatik, dan saling menghargai dalam membangun hubungan yang kuat.
“Komunikasi interpersonal adalah alat paling ampuh untuk menyelesaikan konflik keluarga. Dengan komunikasi yang terbuka, empatik, dan saling mendengarkan, perbedaan dapat menjadi peluang untuk memperkuat hubungan,” jelasnya.
Baca juga : Tingkatkan Skill Menulis Santri, UBSI Hadirkan Pelatihan Microsoft Word di TPQ Baitul Hidayah
Sementara itu, Ferrari Lancia menjelaskan bahwa pelatihan dirancang secara interaktif agar peserta dapat langsung memahami dan mempraktikkan materi yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, dan tanya jawab.
“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, Setiaji mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi UBSI dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih siap menghadapi tantangan sosial dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta keluarga yang lebih harmonis serta masyarakat yang lebih kuat secara sosial,” tutupnya. (Alisa)