UBSI dan LAM INFOKOM Selenggarakan Sosialisasi Instrumen Akreditasi 2.0
BSINews, Jakarta — Upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di bidang informatika dan komputer terus digencarkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendalaman instrumen akreditasi. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi dan Pendalaman Instrumen Akreditasi 2.0 yang dilaksanakan pada 23–24 Juni 2025 silam di Aula Rektorat UBSI kampus Kramat 98, Jakarta.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM) dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). UBSI, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, berperan sebagai tuan rumah sekaligus fasilitator dalam kegiatan strategis yang melibatkan perwakilan dari puluhan perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI III (DKI Jakarta) dan sebagian dari LLDIKTI IV (Banten). Tujuan utamanya adalah memperkuat pemahaman serta implementasi Instrumen Akreditasi 2.0 di lingkungan pendidikan tinggi.
Akreditasi sebagai Fondasi Tata Kelola Unggul
Acara dibuka secara resmi oleh Tri Munanto, Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah III, yang menekankan bahwa akreditasi merupakan landasan penting dalam menjaga keberlangsungan institusi pendidikan tinggi.
“Akreditasi adalah proses reflektif yang menentukan arah strategis perguruan tinggi. Jangan hanya dipandang sebagai syarat, tapi sebagai alat evaluasi untuk tumbuh lebih baik,” ungkap Tri.
Sementara itu, Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara, Q.N., S.Si., S.Kom., Anggota Majelis Akreditasi LAM INFOKOM, menjelaskan bahwa Instrumen Akreditasi 2.0 hadir sebagai alat bantu untuk mendorong peningkatan mutu yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh institusi pendidikan tinggi, khususnya di bidang informatika dan komputer.
Baca juga: UBSI Mantap Menuju Akreditasi Unggul: Asesmen BAN-PT Resmi Digelar!
UBSI Tegaskan Komitmen Kolaborasi Mutu Pendidikan
Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, S.Kom., M.M., M.Pd., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UBSI sebagai tuan rumah kegiatan ini. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa UBSI berkomitmen penuh untuk terus membangun budaya mutu di lingkungan pendidikan tinggi melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami percaya bahwa penguatan sistem akreditasi memerlukan kerja sama antara lembaga pendidikan, asosiasi profesi, dan lembaga akreditasi,” tutur Prof. Wahyudi.
“Kegiatan seperti ini adalah bentuk konkret komitmen kami sebagai Kampus Digital Kreatif untuk berkontribusi dalam ekosistem pendidikan nasional yang unggul dan adaptif,” tambahnya.
Sambutan juga disampaikan oleh sejumlah tokoh lembaga profesi, seperti Prof. Dr. Didi Rosiyadi dari APTIKOM DKI Jakarta, Dr. Edy Irwansyah dari IndoCEISS Wilayah Jakarta, serta Bayu Waspodo dari AISINDO Chapter IV. Kehadiran mereka memperkuat semangat kolaboratif dalam mendorong penjaminan mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan zaman.
Baca juga: Akreditasi Itu Bukan Piala, Tapi Janji yang Harus Dipenuhi Tiap Hari
Diskusi Mendalam dan Strategi Implementatif
Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan paparan materi dan diskusi interaktif yang disampaikan oleh para pakar yang kompeten di bidangnya. Materi yang dibahas meliputi struktur baru Instrumen Akreditasi 2.0, strategi penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED), pentingnya pelibatan seluruh sivitas akademika, hingga pendekatan teknis dalam pelaporan berbasis data dan indikator mutu.
Para peserta, yang terdiri dari dosen serta pengelola program studi dari berbagai perguruan tinggi, menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi. Diskusi yang terbuka dan dinamis memberikan ruang pertukaran praktik baik dalam pelaksanaan akreditasi dan penjaminan mutu.
Melalui kegiatan ini, UBSI kembali menegaskan perannya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus beradaptasi dengan dinamika global melalui standar akreditasi yang lebih relevan.(TRS)