UBSI Dorong Mahasiswa Ikuti Program MBKM dan Kampus Berdampak

0 35

BSINews, Surakarta – Dalam upaya menjembatani teori dengan praktik nyata di masyarakat, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Kampus Berdampak. Program ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Program MBKM dan Kampus Berdampak

Melalui MBKM, mahasiswa UBSI diberi ruang untuk keluar dari bangku kuliah dan terjun langsung ke berbagai kegiatan, mulai dari magang di perusahaan atau instansi, mengajar di sekolah, membangun desa, meneliti isu lokal, hingga merintis usaha. Program ini bertujuan menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan riil masyarakat, sehingga kampus menjadi jembatan antara ilmu dan praktik nyata.

Kampus Berdampak melangkah lebih jauh, menekankan pada hasil yang terukur dan berkelanjutan. Proyek mahasiswa diarahkan untuk menciptakan perubahan nyata, seperti meningkatkan kapasitas UMKM melalui digitalisasi, mempercepat layanan puskesmas dengan sistem informasi sederhana, mengembangkan modul pembelajaran baru di sekolah, atau menata lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis data. Setiap kegiatan diukur dari dampaknya, termasuk siapa yang terbantu, masalah yang terselesaikan, dan keberlanjutan perubahan setelah proyek selesai.

Berbagai manfaat bagi masyarakat ditunjang dengan solusi yang cepat, kontekstual, dan sesuai kebutuhan lokal. Mahasiswa bekerja secara lintas disiplin untuk menangani tantangan mulai dari administrasi desa, pemasaran produk warga, hingga literasi digital. Proses transfer pengetahuan dilakukan melalui pendampingan langsung kepada warga, guru, pelaku UMKM, dan perangkat desa dengan materi yang mudah diterapkan. Kemitraan dirancang agar berkelanjutan, tidak berhenti pada kegiatan sekali selesai, tetapi bisa dilanjutkan oleh mitra lokal dengan dukungan kampus.

Mahasiswa UBSI terlibat dalam berbagai aktivitas, termasuk magang dan riset terapan, proyek sosial dan pemberdayaan, serta kegiatan kewirausahaan dan inovasi. Proyek yang dijalankan fokus pada pengembangan solusi berbasis data dan teknologi sederhana, pelatihan, perancangan sistem layanan, model bisnis UMKM, hingga program kesehatan masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Solo Raih Prestasi Nasional Berkat Hobi dan Kreativitas

Supriyanta, Kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Solo, menjelaskan upaya kampus dalam mendukung program pemerintah dan memastikan mahasiswa serta dosen aktif berpartisipasi dalam MBKM dan Kampus Berdampak. Ia menekankan bahwa keterlibatan ini juga terkait dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan 3.

“Kami selalu berusaha mendukung program pemerintah dalam MBKM maupun Kampus Berdampak. Dosen dan mahasiswa kami dorong untuk ikut kegiatan tersebut sekaligus untuk menggapai Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan 3, yaitu mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dan dosen berkegiatan di luar kampus,” ujar Supriyanta dalam keterangan tertulis, Kamis (21/8).

Melalui kolaborasi ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif memastikan mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi secara nyata bagi masyarakat, meninggalkan jejak perubahan yang dapat diukur, diceritakan, dan dilanjutkan.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.