UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat: Sosialisasi Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Bisnis Bersama Dewan Guru RA Aisyiyah
BSINews, Jakarta – Sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi, Fakultas Teknik Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan bisnis, khusus ditujukan bagi dewan guru Raudhatul Athfal (RA) Aisyiyah. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (13/9) di Aula RA Aisyiyah.
Tim pengabdian masyarakat terdiri dari empat dosen, yaitu Andriansah, Imron, Jordi Lesmana Putra, dan Sriyadi. Acara ini menghadirkan Jordi Lesmana Putra, dosen sekaligus praktisi AI, sebagai narasumber. Puluhan guru RA Aisyiyah hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias, mempelajari cara-cara praktis memanfaatkan teknologi untuk mendukung bisnis maupun aktivitas sehari-hari.
Sosialisasi Pemanfaatan AI untuk Meningkatkan Bisnis Bersama Dewan Guru RA Aisyiyah
Dalam sambutannya, Aristo Rahman, Ketua RA Aisyiyah, menekankan relevansi kegiatan ini bagi para guru dalam menghadapi tantangan abad 21. Ia menyoroti pentingnya penguasaan teknologi tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar tetapi juga pengembangan diri guru.
“Guru di abad 21 tidak cukup hanya menguasai metode pengajaran. Mereka juga perlu memahami teknologi, baik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar maupun untuk pengembangan diri, termasuk dalam bidang ekonomi kreatif,” ujarnya dalam keterangan tertulis Selasa (16/9).
Fakultas Teknik Informatika UBSI menargetkan kelompok pendidik sebagai peserta karena guru memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Hal ini sejalan dengan semangat pengabdian masyarakat UBSI untuk membawa ilmu dari kampus ke masyarakat luas.
Dalam sesi inti, Jordi Lesmana Putra memberikan paparan mengenai perkembangan Artificial Intelligence, menjelaskan sejarah dan peluang penggunaannya di berbagai bidang, termasuk bagi individu dan pelaku UMKM. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi membuat AI semakin mudah diakses.
“AI bukan hanya milik perusahaan besar. Guru, pelaku UMKM, bahkan individu bisa memanfaatkannya. Misalnya, guru yang memiliki usaha sampingan dapat menggunakan AI untuk membuat desain promosi, menulis caption menarik, hingga menganalisis tren pasar,” ungkap Jordi.
Jordi juga menunjukkan contoh aplikasi desain grafis berbasis AI dan platform chatbot untuk praktik langsung pembuatan konten promosi serta pelayanan pelanggan otomatis.
Dengan AI, guru bisa membuat poster promosi dalam hitungan detik dan mengelola pertanyaan pelanggan secara otomatis, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien,” tambahnya.
Baca juga: UBSI Berikan Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Guru dan Staf RA Aisyiyah Jakarta
Selama praktik, peserta terlihat antusias mencoba aplikasi berbasis AI untuk membuat konten promosi produk mereka. Salah seorang guru, Siti Rahma, menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mencoba aplikasi tersebut.
“Awalnya saya kira AI itu rumit. Ternyata ada aplikasi sederhana yang mudah dipakai. Saya jadi ingin mencoba untuk mempromosikan produk makanan ringan yang biasa saya jual,” jelas Siti.
Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi guru secara individu, tetapi juga bagi lembaga RA Aisyiyah. Dengan guru yang semakin melek teknologi, lembaga ini diharapkan menjadi contoh penguatan literasi digital di tingkat pendidikan anak usia dini.
Menutup kegiatan, pihak UBSI menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Fakultas Teknik Informatika berupaya mendukung masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya AI, sehingga program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengembangan pendidikan dan ekonomi kreatif di tingkat lokal.(Tiara Sari)