UBSI Gelar Rapat Persiapan UAS: Sinergi Dosen Pariwisata untuk Evaluasi Berkualitas
BSINews, Bekasi-Dalam upaya memastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Ganjil Tahun Akademik 2024/2025, Program Studi S1 Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar “Rapat Persiapan UAS” pada Selasa, 14 Januari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat UBSI Kaliabang ini dihadiri oleh para dosen pengampu mata kuliah dan dipandu oleh Lilik Edi Saputro dengan menghadirkan Dyah Mustika Wardani sebagai pembicara utama.
Baca Juga: Ujian Semester UBSI: Drama, Strategi, dan Harapan di Balik Lembar Jawaban
Dalam rapat ini, berbagai aspek penting terkait teknis pelaksanaan UAS dibahas secara mendalam, mulai dari penyusunan jadwal ujian, prosedur pelaksanaan, hingga evaluasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri pariwisata. Ketua Program Studi S1 Pariwisata dalam sambutannya menekankan pentingnya rapat ini sebagai langkah strategis untuk memastikan UAS berjalan sesuai standar akademik.
“UAS bukan hanya menjadi alat evaluasi pembelajaran, tetapi juga menjadi momen penting dalam menjamin bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan,” ujarnya.
Beberapa tujuan utama dari rapat ini meliputi penentuan jadwal UAS yang efektif, identifikasi serta penyelesaian potensi kendala teknis, penyelarasan pemahaman antar dosen terkait mekanisme ujian, serta peningkatan sinergi dalam pengajaran di lingkungan Program Studi S1 Pariwisata. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif memberikan ruang bagi para dosen untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik (best practices) dalam pelaksanaan UAS sebelumnya.
Salah satu poin utama yang dihasilkan dari rapat ini adalah penetapan jadwal dan mekanisme UAS yang lebih terstruktur serta penyusunan prosedur evaluasi yang lebih sistematis. Selain itu, rapat ini juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pengajaran di Program Studi S1 Pariwisata.
Dalam presentasinya, Dyah Mustika Wardani menyoroti pentingnya adaptasi kurikulum dengan perkembangan industri pariwisata.
“Sebagai pendidik, kita harus memastikan bahwa lulusan Program Studi Pariwisata memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri terkini,” jelasnya.
Baca Juga: Sertifikasi Kompetensi Bukan Hanya Ujian, Tapi Pembuka Pintu Dunia Kerja!
Kegiatan ini ditutup dengan perumusan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan UAS di masa mendatang. Universitas Bina Sarana Informatika berharap bahwa hasil dari rapat ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas akademik serta mendukung pencapaian lulusan yang kompetitif di bidang pariwisata. (RDX)