UBSI Hadiri Sosialisasi Pengelolaan KIP Kuliah 2026 LLDikti Wilayah III
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengelolaan Program KIP Kuliah 2026 yang digelar LLDikti Wilayah III di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Rabu (29/7). Forum ini diselenggarakan untuk memperkuat tata kelola serta transparansi penyaluran bantuan pendidikan tinggi di lingkungan perguruan tinggi swasta.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini menghadirkan perwakilan pimpinan perguruan tinggi secara luring serta operator KIP Kuliah secara daring. Rangkaian acara diawali dengan sambutan Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Pramono Hari Adi, M.S., serta Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan.
Baca juga: Bekali Masa Depan Mahasiswa, UBSI Ikut Sosialisasi Penguatan Karier KIP Kuliah
Dalam agenda utamanya, perguruan tinggi peserta menyepakati komitmen bersama melalui penandatanganan Pakta Integritas. Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan dan pengolahan data KIP Kuliah berjalan secara transparan, bertanggung jawab, dan sesuai aturan yang berlaku.
Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Dr. Muni Ika, S.Pd., M.Pd., memaparkan ketentuan teknis penerimaan program tahun 2026. Ia menekankan pentingnya akurasi data desil dalam penentuan prioritas penerima bantuan.
“Calon penerima KIP Kuliah diprioritaskan bagi mahasiswa yang masuk dalam desil 1 sampai dengan desil 4,” kata Ika.
Penyampaian acuan kriteria tersebut menjadi pedoman penting bagi UBSI dalam memperbarui mekanisme pendataan mahasiswa di kampus. Ketetapan ini memastikan proses seleksi internal selaras dengan standar prioritas nasional.
Baca juga: KIP Kuliah Cocok untuk Siapa? Ini Penjelasan Kriteria Penerimanya
Keikutsertaan dalam pembekalan ini mempertegas komitmen UBSI dalam menyalurkan bantuan pendidikan secara akuntabel.
“Melalui penguatan tata kelola administrasi ini, program KIP Kuliah Merdeka diharapkan berjalan tepat sasaran dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan di semua kampus,” tutup Ika.