UBSI Kampus Cengkareng Sukses Gelar Seminar AI, Guru hingga Mahasiswa Antusias Belajar Teknologi

0 52

BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan di era teknologi. UBSI Kampus Cengkareng sukses menggelar Seminar Kemerdekaan Digital dengan fokus utama pada pentingnya literasi digital. Mengangkat tema Artificial Intelligence (AI) untuk Pendidikan dan Bisnis, kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman yang membedah isu AI dari berbagai sudut pandang, mulai dari etika hingga strategi praktis di dunia industri yang berlangsung pada Rabu, (27/8).

Baca juga: Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Kampus Ciledug 2025, Kupas Peluang dan Tantangan AI di Indonesia

Seminar ini menekankan bahwa literasi digital bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi fondasi utama dalam menghadapi era disrupsi. AI hadir sebagai akselerator literasi digital yang mampu membawa masyarakat bukan hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan juga produsen inovasi. Pesan inilah yang berulang kali digaungkan para pembicara kepada peserta yang hadir.

Dalam paparannya, Andriansah membahas dasar-dasar AI sekaligus menyinggung tantangan etika yang harus diantisipasi dalam penggunaannya.

“AI bukan hanya soal kecanggihan teknologi, tetapi juga tanggung jawab etika dalam penggunaannya. Jika tidak dipahami dengan benar, AI bisa menjadi bumerang. Karena itu, literasi digital adalah kunci agar kita tidak sekadar menggunakan, tetapi juga mampu mengarahkan teknologi untuk kebaikan,” ungkap Andriansah dalam keterangan tertulis pada Kamis (28/8).

Sementara itu, Irfan membagikan pengalaman nyata terkait pemanfaatan AI di dunia kreatif.

“Dalam dunia kreatif, AI sudah menjadi partner kerja yang tak tergantikan. Dengan bantuan AI, proses pengelolaan konten bisa dilakukan lebih cepat, lebih efisien, dan tetap menjaga kualitas. Namun, kreativitas manusia tetaplah ruh utama yang tidak bisa digantikan mesin,” jelas Irfan, yang disambut anggukan setuju dari peserta.

Kepala Kampus UBSI Cengkareng, Hardiyan, dalam sambutannya menegaskan antusiasme peserta, yang terdiri dari guru dan mahasiswa, terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka tekun mencatat materi yang disampaikan, bahkan beberapa guru mengaku ingin mencoba mengintegrasikan AI dalam pembelajaran daring. Hal ini menunjukkan bahwa AI mulai dipandang bukan sekadar konsep futuristik, tetapi solusi nyata bagi dunia pendidikan.

 “Literasi digital adalah fondasi masa depan, dan AI adalah katalisnya. Dengan seminar ini, UBSI ingin memastikan generasi muda tidak hanya melek digital, tetapi juga melek AI,” ungkapnya.

Baca juga: UBSI Kampus Ciledug Siapkan Generasi Digital Lewat Seminar Kemerdekaan Digital 2025

Seminar ini juga memberi perspektif lebih luas tentang bagaimana AI mengubah lanskap dunia kerja. Banyak pekerjaan yang mulai digantikan otomatisasi, sehingga generasi muda dituntut untuk membekali diri dengan keterampilan baru. Melalui seminar ini, peserta diarahkan pada kompetensi apa saja yang harus dipelajari agar tetap relevan dan unggul di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.