Seminar AI di UBSI Kampus BSD Buka Cakrawala Baru Dunia Pendidikan dan Bisnis

0 49

BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus BSD sukses menggelar Seminar Kemerdekaan Digital di Aula Masjid Alfath BSI BSD, pada Rabu (27/8). Acara yang mengangkat tema besar seputar peran Artificial Intelligence (AI) dalam bisnis dan pendidikan ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif Sukses kembali menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memperkuat tradisi akademik berbasis teknologi.

Baca juga: Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Kampus Ciledug 2025, Kupas Peluang dan Tantangan AI di Indonesia

Seminar dibuka dengan doa bersama serta lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema dan membangkitkan rasa nasionalisme di tengah peserta. Kepala Kampus UBSI BSD, Mahmud Safudin, dalam sambutannya menegaskan komitmen UBSI menghadirkan pendidikan berkualitas melalui berbagai program unggulan, termasuk skema beasiswa yang dirancang untuk membuka akses lebih luas bagi generasi muda menempuh pendidikan tinggi.

Sesi utama seminar dipandu dengan apik oleh Chantika Zahra, mahasiswi berprestasi Jurusan Ilmu Komunikasi yang tahun ini lolos program Kampus Berdampak. Diskusi semakin berbobot dengan kehadiran dua narasumber ahli. Muhamad Rifqi Firdaus, Kepala Redaksi Milenia News, memaparkan bagaimana AI telah mengubah wajah bisnis modern. Menurutnya, adopsi AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar perusahaan tetap kompetitif.

“AI memberikan efisiensi besar, baik dari sisi waktu maupun biaya. Tugas-tugas repetitif bisa dialihkan ke mesin, sehingga manusia dapat fokus pada aspek strategis dan kreatif,” jelas Muhamad Rifqi Firdaus dalam keterangan tertulis pada Kamis (28/8).

Sementara itu, Ridan Nurfalah, partner dari Digital Community (DiCO), menyoroti urgensi AI di sektor pendidikan. Ia menekankan bahwa guru dan dosen harus menjadi pionir dalam memahami teknologi, agar mampu menciptakan metode pembelajaran yang personal, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Pendidik perlu beradaptasi agar dapat menyiapkan siswa menghadapi era yang didominasi teknologi,” ungkapnya.

Kepala Kampus UBSI BSD, Mahmud Safudin, juga mengatakan selain penuh ilmu, acara juga menghadirkan coffee break hangat serta quiz interaktif Kahoot! yang memicu keceriaan peserta. Antusiasme semakin terlihat dalam sesi diskusi, di mana banyak peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait topik AI.

Baca juga: Belajar Langsung dari Praktisi, Seminar Kemerdekaan Digital Hadir di UBSI Kampus Jatiwaringin

“Melalui kegiatan semacam ini, UBSI tidak hanya membekali mahasiswa dengan wawasan akademik, tetapi juga membuka cakrawala baru tentang bagaimana teknologi khususnya AI akan membentuk masa depan bisnis dan pendidikan di Indonesia. Menjelang penutupan, UBSI memberikan piagam penghargaan kepada SMAN 1 Gunung Sindur sebagai bentuk apresiasi,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.