UBSI Kampus Purwokerto Gelar “Independence Day: Artificial Intelligence Conference” Peringati HUT RI ke-80

0 34

BSINews, Purwokerto – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto menggelar agenda besar bertajuk “Independence Day: Artificial Intelligence Conference”. Acara ini diselenggarakan bekerja sama dengan Digital Creative Community (DICO) dan akan berlangsung pada Selasa, 2 September 2025, pukul 08.00–12.00 WIB di Luminor Hotel Purwokerto.

Mengusung tema “Kemerdekaan Digital untuk Indonesia Maju”, seminar ini menjadi refleksi bagaimana semangat kemerdekaan dapat diterapkan dalam dunia digital. Kehadiran Artificial Intelligence (AI) di era saat ini dipandang sebagai momentum penting untuk mewujudkan “kemerdekaan baru” dalam menguasai teknologi, membangun kemandirian, dan memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.

“Independence Day: Artificial Intelligence Conference” Peringati HUT RI ke-80

Peringatan HUT RI ke-80 bukan sekadar simbol perjuangan masa lalu, tetapi juga pengingat akan pentingnya kedaulatan digital. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan fisik, kini generasi muda dihadapkan pada tantangan meraih kemerdekaan digital—yakni kemandirian dalam teknologi, keamanan data, dan pemanfaatan AI untuk kesejahteraan masyarakat.

Melalui Independence Day: Artificial Intelligence Conference, UBSI Purwokerto bersama DICO menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, praktisi, komunitas digital, dan generasi muda untuk membahas peran AI dalam kehidupan sehari-hari.

Acara ini juga menjadi bagian dari program cermAI (cerdas menggunakan Artificial Intelligence), inisiatif yang menargetkan 5.000 guru dan 10.000 siswa SMA/K/MA sederajat di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital, khususnya bagi generasi muda dan tenaga pendidik, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi secara cepat dan tepat.

Dengan semangat “Merdeka Belajar, Merdeka Digital”, program cermAI diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang melek digital dan mampu memanfaatkan AI secara kritis, kreatif, serta bertanggung jawab.

Untuk memberikan perspektif yang luas, seminar ini menghadirkan enam narasumber berpengaruh di bidang teknologi, pendidikan, dan industri kreatif, yaitu Bryan Giva (Co-Founder DICO), Dr. Ir. Hurul Hidayat (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan & Alumni FT Unsoed sekaligus pengurus DPP APTIKOM), Verry Riyanto (Head of Technology & Information UBSI), Pujianto (Ketua ASPIKMAS), Refa Anisatul (Data Scientist BCA), dan Joddy Caprinata (Founder & COO of Posting Indonesia). Para pembicara ini akan membahas tren dan tantangan AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri keuangan, pengembangan komunitas, hingga peluang wirausaha digital.

Kerja sama UBSI kampus Purwokerto dengan DICO dalam penyelenggaraan seminar ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem digital yang kuat. Dunia pendidikan, komunitas, industri, dan organisasi profesi bersatu dalam satu visi: mencetak generasi emas Indonesia yang menguasai teknologi.

Terkait hal ini, Chandra selaku Kepala Kampus UBSI kampus Purwokerto menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus dimaknai lebih luas, tidak hanya pada aspek politik, tetapi juga dalam penguasaan teknologi.

“Semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti di bidang politik. Kini saatnya generasi muda mengartikannya dalam bentuk kemerdekaan digital dengan menguasai AI dan menjadikannya alat untuk membangun bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).

Baca juga: UBSI Kampus Purwokerto Latih 5.000 Guru dan 10.000 Siswa Agar Mahir Menggunakan AI

Pemilihan Purwokerto sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat pendidikan di Jawa Tengah bagian barat dengan ekosistem kampus, komunitas, dan generasi muda yang dinamis. Dengan menggelar acara ini di Purwokerto, diharapkan semangat inovasi digital dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya kota besar.

Melalui Independence Day: Artificial Intelligence Conference, UBSI kampus Purwokerto dan DICO berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memaknai kemerdekaan dalam konteks yang lebih luas. Kemerdekaan hari ini bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga keterbelakangan digital.

AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, tetapi memperkuat potensi bangsa. Dengan pemahaman yang benar, teknologi dapat menjadi alat perjuangan baru untuk memajukan pendidikan, meningkatkan kualitas ekonomi, dan menciptakan peluang kerja yang lebih luas. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi dan penguasaan teknologi melalui berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.