UBSI Kampus Purwokerto Hadirkan Pakar IT untuk Tingkatkan Literasi Digital Guru dan Siswa

0 47

BSINews, Purwokerto  – Dalam upaya meningkatkan literasi digital bagi guru dan siswa di seluruh Indonesia, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Purwokerto bekerja sama dengan Digital Creative Community (DICO) akan menggelar seminar nasional bertajuk “Independence Day: Artificial Intelligence Conference”. Acara ini akan berlangsung pada Selasa, 2 September 2025, pukul 08.00–12.00 WIB di Luminor Hotel Purwokerto.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program cermAI, inisiatif besar yang bertujuan melatih 5.000 guru dan 10.000 siswa SMA/K/MA sederajat di seluruh Indonesia dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Konferensi ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Hadirkan Pakar IT untuk Tingkatkan Literasi Digital Guru dan Siswa

Salah satu keunggulan acara ini adalah keberagaman narasumber yang membahas peran AI dari berbagai sudut pandang. Bryan Giva, Co-Founder DICO, akan berbagi pengalaman membangun ekosistem inovasi berbasis komunitas. Dr. Ir. Hurul Hidayat dari Unsoed menyampaikan pandangan strategis tentang peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi melek AI. Verry Riyanto, Head of Technology & Information UBSI, membahas transformasi kampus menghadapi era AI melalui penguatan kurikulum dan infrastruktur digital.

Selain itu, Pujianto selaku Ketua ASPIKMAS menyoroti pemanfaatan AI untuk pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Refa Anisatul, Data Scientist BCA, menjelaskan penerapan AI dalam layanan finansial dan keamanan perbankan. Joddy Caprinata, Founder & COO Posting Indonesia, membawa perspektif tentang peluang wirausaha digital berbasis AI yang relevan bagi generasi muda.

Kehadiran enam narasumber ini memberikan mosaik wawasan yang luas, mulai dari akademisi, komunitas, hingga industri, semuanya sepakat bahwa AI adalah fondasi penting bagi masa depan Indonesia. Konferensi ini menegaskan bahwa kemajuan digital tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui sinergi empat pilar utama: kampus mencetak SDM unggul yang melek teknologi, komunitas menjadi ruang kolaborasi dan inovasi, industri memberikan penerapan nyata dan peluang karier, serta organisasi masyarakat memastikan transformasi digital berjalan inklusif.

Keberagaman latar belakang narasumber menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memanfaatkan AI untuk pembangunan bangsa. Hal ini disampaikan Bryan Giva, Co-Founder DICO.

“Kolaborasi adalah semangat zaman. AI bukan milik segelintir orang, melainkan alat yang harus dimanfaatkan bersama untuk kemajuan bangsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).

Konferensi ini mengusung gagasan “Kemerdekaan Digital” sebagai refleksi HUT RI ke-80. Jika dahulu bangsa berjuang untuk kedaulatan politik, kini generasi muda ditantang untuk menguasai teknologi agar tidak bergantung pada produk asing. AI bukan hanya tentang kecanggihan mesin, tetapi juga tentang kemandirian bangsa dalam memanfaatkan teknologi, sehingga Indonesia dapat menjadi produsen inovasi, bukan sekadar konsumen.

Pemilihan Purwokerto sebagai lokasi acara menjadi simbol bahwa inovasi digital dapat lahir dari mana saja, tidak hanya kota besar. UBSI Purwokerto bersama DICO ingin menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar dalam membangun ekosistem digital.

Acara ini juga menekankan bahwa literasi AI tidak boleh terbatas pada kelompok tertentu saja, melainkan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini diperkuat oleh Verry Riyanto, Head of Technology & Information UBSI Kampus Purwokerto, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan infrastruktur digital, pengembangan sistem IT, dan transformasi digital pendidikan di kampus.

“Kehadiran acara ini adalah pesan bahwa gerakan literasi AI harus inklusif dan mampu menjangkau semua lapisan masyarakat,” ungkap Verry Riyanto.

Baca juga: UBSI Kampus Purwokerto Latih 5.000 Guru dan 10.000 Siswa Agar Mahir Menggunakan AI

Sebagai bagian dari program cermAI, seminar ini bukan agenda yang berdiri sendiri. Ribuan guru dan siswa di seluruh Indonesia akan mendapatkan pelatihan serupa, menjadikan seminar Purwokerto sebagai tonggak awal penyebaran semangat AI ke seluruh pelosok negeri. Dengan pelatihan guru, transformasi digital akan masuk ke ruang kelas, sementara pelatihan siswa membentuk generasi muda yang kritis, analitis, dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi.

Dengan keberhasilan menyelenggarakan program ini, UBSI kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga mendorong penyebaran literasi teknologi dan AI secara merata ke seluruh Indonesia.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.