UBSI Kampus Solo Perkuat Kompetensi Fasilitator Kelurahan Peduli TBC Lewat Inovasi Digital

0 19

BSINews, Solo – Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC) di tingkat masyarakat memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari dunia pendidikan. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo pun mengambil peran penting dalam hal ini. Melalui kegiatan Pertemuan Pengembangan Kompetensi Petugas Fasilitator Kelurahan Peduli TBC, UBSI berkomitmen memperkuat kapasitas para fasilitator agar mampu menjalankan peran pendamping masyarakat secara profesional dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amaris, Kota Surakarta, pada Kamis (2/10) ini diikuti oleh para petugas fasilitator dari berbagai kelurahan. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperbarui wawasan para peserta mengenai perkembangan program Kelurahan Peduli TBC, sekaligus melakukan evaluasi pelaksanaan sebelumnya. Selain itu, kegiatan juga dimanfaatkan untuk memantapkan strategi menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Penguatan Kapasitas dan Literasi Digital

Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan seputar komunikasi efektif, peningkatan literasi digital, hingga manajemen data dalam pelaporan kasus TBC. Melalui materi-materi tersebut, para fasilitator diharapkan dapat menjalankan perannya secara lebih sistematis dan berbasis data.

Tak hanya itu, UBSI kampus Solo turut memberikan kontribusi konkret dengan menghadirkan inovasi digital berupa pengembangan Jurnal Balik TOSS TBC versi digital. Inovasi ini dirancang untuk mempercepat proses pencatatan, pelaporan, serta pemantauan kasus TBC secara daring. Langkah tersebut sejalan dengan transformasi digital di bidang kesehatan yang tengah digencarkan pemerintah, sehingga pengelolaan data menjadi lebih transparan dan terintegrasi.

Baca juga: Semangat Baru Mahasiswa UBSI Kampus Solo Sambut Perkuliahan Semester Ganjil 2025/2026

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Daerah

Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Solo, Dr. Candra Agustina, menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan sosial dan kesehatan merupakan wujud nyata dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, kami berupaya menghadirkan inovasi digital yang dapat membantu kader di lapangan bekerja lebih efisien dan tepat sasaran,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, Jumat (3/10).

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam penerapan teknologi di berbagai sektor, termasuk bidang kesehatan.

Melalui dukungan UBSI kampus Solo, program Kelurahan Peduli TBC diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Harapannya, para fasilitator mampu menjadi motor penggerak utama dalam penanggulangan TBC di wilayahnya masing-masing serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Surakarta.(Siti Hafizah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.