UBSI Perkuat Mutu Akademik Teknik Elektro Lewat Audit Mutu Internal Siklus ke-6
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kali ini, audit dilaksanakan pada Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Informatika dalam rangkaian AMI siklus ke-6 yang berlangsung selama dua hari, pada 30 Agustus dan 4 September 2024.
Proses audit dilaksanakan secara daring dan dipimpin oleh tim auditor yang terdiri dari Verry Riyanto dan Jamal Maulana Hudin. Sementara itu, pihak Program Studi Teknik Elektro diwakili oleh Suryanto sebagai auditee dan turut didampingi sejumlah staf program studi.
UBSI Perkuat Mutu Akademik Teknik Elektro Lewat Audit Mutu Internal Siklus ke-6
Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Suparni, menjelaskan bahwa audit ini mencakup lima standar utama dalam SPMI, yakni Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi Pembelajaran, Standar Proses Pembelajaran, dan Standar Penilaian Pembelajaran, serta satu standar tambahan yaitu Standar Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
“Standar tambahan ini mencerminkan komitmen UBSI dalam menyelaraskan unsur tridarma perguruan tinggi agar terintegrasi dalam proses pembelajaran di tingkat prodi,” ujar Suparni.
Baca juga: Audit Mutu Internal Tracer Study Perkuat Layanan Alumni dan Koneksi Dunia Kerja
Verry Riyanto mengungkapkan bahwa proses audit berlangsung efektif karena data keterlaksanaan setiap pernyataan standar telah diisi sebelumnya oleh Ketua Program Studi.
“Kami sebagai auditor tinggal memastikan ketersediaan dan kesesuaian dokumen yang diunggah oleh pihak prodi. Konfirmasi ini penting untuk menjaga objektivitas dan akurasi pelaporan mutu,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UBSI dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Audit rutin seperti ini tidak hanya bertujuan untuk evaluasi internal, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam memastikan bahwa proses akademik berjalan sesuai dengan standar pendidikan nasional dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.(Niken)