UBSI Resmi Buka Tiga Prodi Baru di Banyumas, Sleman, dan Tegal

0 6

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang pembukaan tiga Program Studi jenjang Sarjana (S1) di Luar Kampus Utama (PSDKU). Penyerahan SK berlangsung di Ruang Ki Hajar Dewantara Lantai II, Kantor LLDIKTI Wilayah III, Jakarta Timur, pada Selasa (28/7).

Tiga program studi yang resmi memperoleh izin penyelenggaraan tersebut meliputi Program Studi Sistem Informasi Program Sarjana (S1) di Kabupaten Banyumas, Program Studi Informatika Program Sarjana (S1) di Kabupaten Sleman, dan Program Studi Teknologi Informasi Program Sarjana (S1) di Kota Tegal. Ketiganya telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 740/B/O/2026.

Baca juga: UBSI Terima SK 6 Prodi Baru dari LLDIKTI Wilayah III

SK diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., didampingi Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan LLDIKTI Wilayah III, Mulhadi HM, S.H., M.H. Dari pihak UBSI, penerimaan SK diwakili Wakil Rektor II Bidang Non Akademik, Adi Supriyatna, M.Kom, mewakili Rektor UBSI, bersama jajaran pimpinan program studi dan tim humas.

Dalam sambutannya, Henri Togar mengucapkan selamat kepada seluruh perguruan tinggi yang menerima izin pembukaan program studi baru. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh data administrasi telah sesuai dengan dokumen resmi.

“Silakan dicek kembali nama program studinya. Apabila terdapat kekeliruan, segera disampaikan kepada LLDIKTI untuk dilakukan perbaikan. Kami berharap program studi yang telah memperoleh izin ini dapat berjalan dengan baik dan sudah dapat menerima mahasiswa baru pada semester mendatang apabila seluruh persyaratan administrasinya telah terpenuhi,” ujar Henri.

Selain itu, Henri menekankan agar setiap program studi yang telah memperoleh izin segera dipastikan tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Menurutnya, kelengkapan data dosen melalui sistem yang berlaku juga menjadi bagian penting agar penyelenggaraan program studi dapat berjalan optimal.

Senada dengan itu, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan LLDIKTI Wilayah III, Mulhadi HM, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya kesesuaian data antara SK izin dan PDDIKTI. Ia menilai ketidaksesuaian data dapat berdampak pada administrasi akademik lulusan di masa mendatang.

“Pastikan nama program studi di pangkalan data sama persis dengan yang tercantum dalam SK izin. Jangan sampai ada perbedaan antara ijazah dan data di PDDIKTI karena dapat menimbulkan kendala administratif bagi lulusan. Setelah nama program studi muncul di pangkalan data, segera lengkapi persyaratan dosen tetap melalui SISTER agar proses penyelenggaraan program studi dapat berjalan optimal,” jelas Mulhadi.

Mewakili Rektor UBSI, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik, Adi Supriyatna, M.Kom, menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah III atas pendampingan yang diberikan sejak proses pengajuan hingga terbitnya izin pembukaan program studi baru.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas terbitnya SK pembukaan tiga program studi baru ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah III atas arahan, pendampingan, dan masukan yang diberikan sejak awal proses pengajuan hingga hari ini SK resmi diterbitkan,” kata Adi.

Adi menambahkan, pembukaan tiga Prodi baru di PSDKU tersebut menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk memperluas akses pendidikan tinggi di berbagai daerah. Ia menekankan, kehadiran program studi baru di Banyumas, Sleman, dan Tegal diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Baca juga: Buka Prodi Baru Hukum Bisnis, Universitas BSI Siap Ciptakan Mahasiswa Hukum Berkualitas

“Dengan bertambahnya program studi ini, kami berharap UBSI dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin memperoleh pendidikan tinggi berkualitas, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sleman, dan Kota Tegal,” tuturnya.

Penambahan tiga Prodi ini semakin memperkuat langkah UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perluasan program studi di berbagai wilayah diharapkan dapat mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.