Universitas BSI Gelar Seminar Cyber Awarness dan Cyber Threat Intelligence Kerja Sama dengan BSSN

0 180

BSINews, Jakarta-Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) telah sukses menyelenggarakan seminar cyber awarness dan cyber threat intelligence. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Universitas BSI dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca Juga: UBSI Tasikmalaya Gandeng KPAD Kota Tasikmalaya Untuk Proteksi Bullying Anak Pada Dunia Cyber

Kegiatan seminar ini dilaksanakan secara offline di Aula Gedung Rektorat Universitas BSI pada hari Selasa, 29 Agustus 2023 pukul 14.00 -16.00 WIB, yang dihadiri oleh dosen-dosen Universitas BSI.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan seminar ini yaitu Arini Muhafidzah dan Agung Setiaji yang merupakan Sandiman Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada dosen Universitas BSI akan kesadaran keamanan internet atau kesadaran keamanan cyber.

Dalam kegiatan ini dilakukan juga peluncuran Universitas BSI  Computer Security Insident Response Team (CSIRT), penyerahan sertifikat kepada tim CSIRT Universitas BSI dari Direktur Keamanan Siber & Sandi Pembangunan Manusia dan pengenalan tim CSIRT Universitas BSI.

Dr. Ir.Mochamad Wahyudi selaku Rektor Universitas BSI dalam sambutanya menyampaikan rasa bangga karena Universitas BSI menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki CSIRT dari BSSN.

“Universitas BSI menjadi salah satu Perguruan Tinggi yang memiliki CSIRT dari BSSN, dengan begitu Universitas BSI diharuskan selalu melindungi jaringan sibernya dan mencegah dari adanya peretasan,” jelas Wahyudi dalam rilis Rabu (6/9/23).

Sementara itu, Giyanto Awan Sularso selaku Direktur Keamanan Siber & Sandi Pembangunan Manusia dalam sambutannya mengapresiasi Universitas BSI yang memiliki CSIRT.

“Saya sangat mengapresiasi Universitas BSI karena dari ribuan Perguruan Tinggi hanya ada 15 Perguruan Tinggi yang memiliki CSIRT dan salah satunya yaitu Universitas BSI,” ungkap Giyanto.

Dalam kesempatan yang sama Arini dalam materinya menyampaikan tentang materi cyber awarness yaitu menjelaskan terkait perangkap siber modern, bahaya phising dan strategi untuk menghindarinya.

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Cybercounseling Sebagai Solusi Belajar Siswa

“Phising adalah bentuk rekayasa sosial dan penipuan di mana penyerang menipu orang agar mengungkapkan informasi sensitif, atau memasang malware seperti ransomware. Phising merupakan salah satu teknik serangan siber yang menargetkan kelemahan manusia,” tutupnya.(RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.