Universitas BSI Kampus Pontianak Ajak Mahasiswa Baru Perkuat Peran Lawan Hoaks di Pemilu Bersama Bawaslu Kalbar

0 89

BSINews, Pontianak — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang sukses dilakukan oleh Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Pontianak, berhasil menarik perhatian mahasiswa baru. Pada Rabu (18/9), dalam rangkaian acara Ormik dan Semot, Universitas BSI menghadirkan Faisal Riza, anggota Bawaslu Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga integritas pemilu.

Faisal mengajak mahasiswa untuk menangkal hoaks dan kampanye hitam yang sering muncul selama masa pemilu. Pentingnya mahasiswa berperan aktif dalam menangkal hoaks, terutama karena mayoritas pemilih pada Pemilu 2024 berasal dari generasi milenial dan Gen Z.

“Generasi muda, yang sangat akrab dengan dunia digital, memiliki tanggung jawab untuk menyaring dan tidak menyebarkan hoaks. Mereka harus menjadi pemilih yang cerdas,” ungkap Faisal.

Mahasiswa Baru Perkuat Peran Lawan Hoaks di Pemilu Bersama Bawaslu Kalbar

Menurut Faisal, pengawasan pemilu sangat penting untuk mencegah berbagai masalah seperti hilangnya hak pilih, politik uang, pemilu yang tidak sesuai aturan, hingga gugatan hasil. Biaya politik yang mahal dan risiko manipulasi suara juga dapat memicu konflik antar pendukung calon. Oleh sebab itu, pengawasan dari semua pihak, termasuk mahasiswa, sangat diperlukan.

Titik Rawan Pemilu 2024 Faisal juga menyoroti berbagai titik rawan pada Pemilu 2024, seperti pelanggaran netralitas ASN, TNI/Polri, dan Kepala Desa, serta penyalahgunaan anggaran.

Baca juga : Sambut Mahasiswa Baru, Universitas BSI Kampus Pontianak Ajak Mafindo Edukasi Lawan Hoax dalam PPKMB

“Kerumitan dalam pemutakhiran data pemilih dan proses pemungutan suara dapat menimbulkan masalah di lapangan. Karena itu, diperlukan keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengawasan proses pemilu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan bahwa hoaks berpotensi memecah belah masyarakat, meningkatkan kecurigaan antar kelompok, dan bahkan membahayakan stabilitas sosial. Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak hanya menghindari penyebaran hoaks, tetapi juga aktif melaporkan informasi keliru yang beredar di media sosial.

“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawasi jalannya pemilu, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Dengan menjadi bagian dari pengawasan digital, mereka dapat berkontribusi dalam menjaga pemilu yang bersih dan adil,” tutup Faisal Riza. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.