Workshop Pahlawan Digital Ubah Cara Pandang Guru SMA Islam Al Azhar 21 Sukabumi terhadap TikTok dan AI
BSINews, Sukabumi – Workshop Pahlawan Digital yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Sukabumi pada Rabu, (26/11) lalu, di Laska Hotel memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Salah satunya adalah Irma Rahayu, guru dari SMA Islam Al Azhar 21 Sukabumi, yang mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan media sosial dan teknologi AI untuk dunia pendidikan.
Dalam kegiatan bertema “AI-Powered Content to Cash” tersebut, Irma mengungkapkan bahwa dirinya termasuk pengguna TikTok pemula. Namun setelah mengikuti pemaparan para narasumber dari DICO dan BRI, ia melihat bahwa TikTok tidak hanya berisi hiburan, tetapi juga peluang manfaat yang luas.
“Saya juga masih belajar menggunakan TikTok. Ternyata TikTok bisa memberikan manfaat besar, bahkan bisa menghasilkan cuan. Ini membuka sudut pandang baru,” ujarnya saat diwawancarai langsung.
Irma menilai bahwa materi yang disampaikan selama workshop sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama karena generasi pelajar kini lebih akrab dengan media digital. Menurutnya, penggunaan TikTok maupun AI dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk membuat pembelajaran lebih menarik.
“Saya bisa menerapkan materi ini sebagai media pembelajaran di sekolah. Anak-anak sekarang lebih tertarik pada media digital. Jadi kita harus berkolaborasi, tidak bisa menghindar dari perkembangan teknologi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa workshop ini mengubah pandangannya terhadap AI yang sebelumnya dianggap negatif. “Awalnya saya memandang AI kurang baik. Tapi setelah dijelaskan, ternyata AI sangat bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran,” ungkap Irma.
Menurut Irma, manfaat terbesar dari workshop ini adalah pemahaman baru mengenai penggunaan TikTok secara positif. Banyak peserta yang sebelumnya melihat konten TikTok sebagai hal yang kurang bermanfaat, kini mengetahui bahwa platform tersebut bisa menjadi media edukatif sekaligus peluang produktif.
“Saya sering melihat penggunaan TikTok yang kurang bagus. Tapi sekarang jadi tahu bahwa TikTok bisa digunakan secara positif dan memberi benefit untuk kita,” tuturnya.
Baca juga: Pahlawan Digital ’25 Sukabumi Ungkap Kunci Sukses Kreator Masa Kini: Kreativitas + AI
Irma berharap program Pahlawan Digital yang merupakan bagian dari kolaborasi program CerMAI (Cerdas dan Mahir AI) dapat terus berlanjut, terutama dengan tema yang semakin mendukung kebutuhan guru di era digital.
“Harapan saya, semoga ada lagi workshop seperti ini, khususnya yang berkaitan dengan kolaborasi media pembelajaran. AI bisa menjadi alat bantu bagi guru untuk mengajar anak-anak dengan cara yang lebih menarik,” katanya.
Di akhir wawancara, Irma menyampaikan apresiasinya kepada UBSI, Kampus Digital Kreatif, sebagai penyelenggara acara yang telah memberikan manfaat nyata bagi para guru dan siswa. “Saya sangat berterima kasih. UBSI luar biasa. Semoga terus memberi dampak baik bagi guru-guru dan nanti juga untuk kegiatan yang melibatkan siswa,” pungkasnya.