Empat Tahun Jadi Guru, Inas Akhirnya Wujudkan Mimpi sebagai Jurnalis Garuda TV

0 9

BSINews, Depok – Suasana UBSI Alumni Padel Day 2026 di Depok menjadi semakin hangat dengan kehadiran Inas Zhafirah, alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda lulus tahun 2025. Di tengah aktivitas olahraga dan silaturahmi bersama alumni lintas angkatan, Inas membawa cerita tentang perjalanan panjangnya dalam mewujudkan mimpi masa kecil untuk menjadi seorang jurnalis.

Bagi Inas kegiatan tersebut bukan hanya menjadi kesempatan untuk berolahraga dan kembali bertemu dengan keluarga besar almamater. Ajang ini juga menjadi ruang bagi alumni untuk saling berbagi pengalaman, membangun networking, dan melihat berbagai perjalanan karier yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di UBSI.

Baca juga: Kembali ke Almamater Lewat Padel, Aditya Ungkap Peran Organisasi dalam Kariernya

“Acara UBSI Padel Alumni ini seru banget! Selain buat kita tetap bugar dan ajang gerak badan di pagi hari, kita alumni jadi bisa saling sharing. Harapannya UBSI makin sering mengadakan kegiatan yang lebih besar lagi dan bermanfaat, supaya hubungan antar alumni makin erat lagi. Terima kasih UBSI!” ujar Inas dalam keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (8/8).

Menurutnya perjalanan menjadi jurnalis tidak dimulai ketika ia diterima bekerja di stasiun televisi. Mimpi tersebut sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil, tetapi baru kembali menemukan momentumnya ketika ia menjalani perkuliahan di Prodi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Margonda.

Titik balik itu datang ketika Inas memasuki semester lima dan mendapatkan mata kuliah Online Journalism. Pembelajaran yang menurutnya interaktif dan menyenangkan membuat ketertarikannya terhadap dunia jurnalistik kembali muncul.

“Dulu ingat banget di semester 5 ada mata kuliah Online Journalism yang diampu sama dosen yang kegiatannya seru-seru banget. Itu jadi bagian dari mimpi dan wishlist saya untuk bisa kerja sebagai jurnalis,” kenangnya.

Ketertarikan tersebut kemudian terus berkembang pada semester berikutnya. Inas mulai semakin serius mengasah kemampuan jurnalistik hingga mendapatkan kesempatan menjalani internship sebagai jurnalis di TVRI Nasional pada semester tujuh.

Pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi ruang belajar yang berbeda dari perkuliahan. Ia berhadapan dengan situasi nyata dalam mencari informasi, melakukan peliputan, menyusun berita, hingga memahami ritme kerja industri media.

“Makin berkembang di semester 6 sampai 8 dan kebetulan saya magang di semester 7 sebagai jurnalis di TVRI Nasional. Itu membuat passion saya semakin berkembang,” tambahnya.

Perjalanan Inas menuju industri penyiaran tidak berlangsung secara instan. Di tengah proses pendidikan, ia juga menjalani profesi sebagai guru selama kurang lebih empat tahun.

Tantangan yang lebih besar muncul ketika Inas mengikuti One Day Recruitment di Garuda TV. Berhadapan dengan kandidat lain yang terlihat lebih profesional dan berpengalaman sempat membuat rasa insecure muncul.

Namun ia memilih untuk tidak membiarkan keraguan tersebut menghentikan langkahnya. Kepercayaan diri yang dibangun dari pengalaman mengajar, kuliah, dan berbagai aktivitas sebelumnya justru menjadi modal untuk menghadapi proses seleksi.

“Sebelumnya saya berprofesi sebagai guru selama kurang lebih 4 tahun, jadi ngajar sambil kuliah. Pas ikutan One Day Recruitment di Garuda TV, jujur sempat agak kurang percaya diri karena kandidat lain kelihatan profesional dan berpengalaman. Tapi saya berusaha percaya diri dan ketika ada 3 tahap tes itu alhamdulillah semuanya lolos,” ungkap Inas.

Kemampuan berbicara di depan publik juga membuatnya lebih nyaman ketika harus menjalani tes on-cam. Meski begitu, ia menyadari bahwa menjadi reporter televisi memiliki tantangan tersendiri.

Dari perjalanan yang telah dilaluinya, Inas melihat bahwa memilih bidang yang sesuai dengan minat menjadi langkah awal yang penting. Namun, passion saja menurutnya tidak cukup jika tidak diikuti kemauan untuk terus mengembangkan diri.

Inas juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati ketika mulai mendapatkan pencapaian. Menurutnya, kemampuan membangun networking dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar merupakan bagian penting dari perjalanan profesional.

“Kesuksesan bukan hanya tentang seberapa cepat seseorang mendapatkan pekerjaan atau mencapai posisi tertentu. Ada proses panjang yang harus dijalani, termasuk menghadapi rasa tidak percaya diri, mencoba peluang baru, dan berani mengambil langkah di luar zona nyaman,” jelasnya.

Kehadiran Inas dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 menjadi salah satu momen untuk kembali terhubung dengan almamater setelah menyelesaikan pendidikan. Kali ini, ia datang bukan lagi sebagai mahasiswa yang sedang mencari arah, melainkan sebagai alumni muda yang tengah menjalani profesi sesuai dengan passion yang pernah ia temukan di bangku kuliah.

Pertemuan dengan alumni dari berbagai angkatan juga memperlihatkan kepadanya bahwa setiap orang memiliki jalur karier masing-masing. Ada yang membangun bisnis, berkarier di industri, mengabdi di sektor publik, hingga berkarya di bidang media seperti dirinya.

“Ruang seperti UBSI Alumni Padel Day 2026 ini penting untuk terus dijaga, karena alumni dapat saling berbagi pengalaman sekaligus memperluas jaringan profesional,” ungkapnya.

Ia berharap UBSI dapat terus menghadirkan kegiatan serupa dengan cakupan yang semakin luas sehingga semakin banyak alumni yang dapat berkumpul dan membangun hubungan yang lebih erat.

Baca juga: Dari Broadcasting UBSI ke TikTok, Anggi Setyawan Sumilan Kini Bantu 500+ Brand Bangun Studio Live Streaming

Perjalanan Inas menjadi jurnalis Garuda TV menunjukkan bahwa mimpi tidak selalu terwujud dalam satu lompatan besar. Kadang, ia tumbuh dari satu mata kuliah, diasah melalui pengalaman magang, ditempa selama bertahun-tahun bekerja, lalu diuji ketika seseorang berani melawan rasa insecure.

Dari ruang kelas Ilmu Komunikasi UBSI kampus Margonda hingga layar televisi, Inas akhirnya menemukan jalannya sendiri. Dan ketika kembali ke almamater melalui UBSI Alumni Padel Day 2026, ia membawa satu cerita sederhana bahwa ketika passion bertemu keberanian dan proses yang konsisten, mimpi yang dulu hanya menjadi wishlist perlahan bisa berubah menjadi profesi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.