BSINews, Jakarta – Kegiatan BSI Digination kembali digelar pada Jumat (17/10), menghadirkan sesi diskusi teknis seputar peran Network Administrator yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bekerja sama dengan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Barat.
BSI Digination Kupas Redundancy Jaringan Cisco
Acara yang berlangsung di ruang laboratorium komputer P4 Jakarta Barat ini menghadirkan Jordy Lasmana Putra, dosen Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, yang juga aktif sebagai Asesor Kompetensi BNSP, Trainer MikroTik Academy, Instruktur Cisco Networking Academy, serta konten kreator edukasi.
Dalam sesi penyampaian materi, Jordy menjelaskan konsep pentingnya mekanisme redundancy jaringan, yaitu strategi untuk menjaga agar sistem tetap beroperasi ketika terjadi gangguan pada salah satu perangkat atau jalur utama. Ia menyoroti dua protokol utama dari Cisco Router, yakni Virtual Router Redundancy Protocol (VRRP) dan Gateway Load Balancing Protocol (GLBP), sebagai solusi efektif dalam penerapan jaringan yang andal.
“Redundancy bukan sekadar menyiapkan perangkat cadangan. Lebih dari itu, ini tentang menciptakan sistem yang otomatis berpindah tanpa mengganggu koneksi. VRRP dan GLBP memungkinkan jaringan tetap stabil meski salah satu router mengalami kegagalan,” jelasnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (18/10).
Selain penjelasan teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti simulasi langsung implementasi VRRP dan GLBP. Melalui simulasi tersebut, mereka dapat memahami bagaimana VRRP menjaga konektivitas melalui mekanisme failover otomatis, sementara GLBP memberikan kemampuan tambahan berupa load balancing antar gateway aktif yang meningkatkan efisiensi jaringan.
Jordy menekankan bahwa kemampuan dalam merancang sistem redundancy merupakan keterampilan penting bagi calon administrator jaringan di dunia industri modern.
Baca juga : BSI Digination: UBSI Kampus Digital Kreatif Gelar Workshop Industri Kreatif untuk Siswa SMK Bogor
“Dalam dunia industri, downtime jaringan dapat menimbulkan kerugian besar. Oleh karena itu, kemampuan merancang sistem redundancy adalah kompetensi wajib bagi calon administrator jaringan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri teknologi informasi. BSI Digination tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis bagi siswa dan peserta, khususnya pelajar SMK, untuk memperluas wawasan dan keterampilan mereka di bidang jaringan komputer sebagai bekal menuju dunia profesional. (Alisa)