BSI FLASH 2026: Ketika Anak Bogor Bertanding, Bukan Cuma Mengejar Juara
BSINews, Bogor – Bayangkan Bogor di pagi hari dengan kabut tipis, udara agak lembap, lalu suara-suara peluit dan teriakan pelajar pecah di dalam Sport Center Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cilebut. Di situlah ratusan siswa SMA/SMK/MA se-Bogor Raya tumplek blek, bukan untuk demo kenaikan harga bakso atau antre BTS meal, tapi untuk ajang yang lebih membakar adrenalin yaitu Sport Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor.
Rabu pagi (10/9) jadi saksi sportivitas dan semangat muda diarak keluar lewat sepatu futsal, bola voli, sampai pantulan bola basket. Tiga cabang olahraga dipertandingkan, futsal akan berlangsung pada 10–12 September 2025, voli 13–14 September 2025, dan basket 15–16 September 2025.
Baca juga: Tiga Pleton Tampil Perkasa, SMAN 1 Cisaat Sabet Juara Utama 3 LKBB BSI Flash 2026 Kampus Sukabumi
Total ada 48 tim, dan semuanya datang dengan niat sama yaitu menunjukkan kalau sekolah mereka nggak cuma jago bikin yel-yel saat Masa Orientasi Sekolah, tapi juga bisa menendang, memukul, dan melempar bola dengan penuh gaya.
Tapi, acara ini nggak sekadar urusan juara. Wakil Rektor II UBSI, Adi Supriyatna, sempat mengingatkan lewat sambutannya, “Melalui Sport Competition BSI FLASH 2026, kami ingin memberikan wadah bagi para pelajar untuk tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Kompetisi ini bukan semata soal juara, tapi bagaimana anak-anak muda bisa berkembang menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.”
Dan memang, siapa sih yang nggak pengin anak muda kita tumbuh tangguh? Apalagi di tengah era di mana sportivitas sering kalah oleh komentar pedas netizen.
Hadiah? Jangan khawatir. Panitia menyiapkan hadiah total Rp80 juta plus beasiswa pendidikan ratusan juta rupiah. Jadi, yang pulang bukan cuma bawa piala, tapi juga masa depan. Di sinilah UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif nunjukin kalau olahraga bukan hanya urusan keringat, tapi juga pintu masuk menuju kesempatan kuliah.
Pembukaannya pun dibuat semarak. Ada ceremonial penalty, shoot, dan serve, semacam simbol bahwa tiga cabang olahraga siap digas. Bayangkan dosen, pejabat Dispora Kota Bogor, dan perwakilan sekolah yang biasanya serius di ruang rapat, tiba-tiba berdiri di lapangan, ngasih contoh cara nyepak bola atau nyervis voli. Momen langka yang bikin suasana makin cair.
Tokoh penting juga hadir lengkap, seperti Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Bogor Hotlan Jhon Meiti, perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) bidang Pendidikan Wilayah 2 Kota Bogor Jusup Suheri, Satgas Pelajar Kota Bogor M. Iqbal, Kepala Kampus UBSI Kampus Bogor Sugiono, dan Ade Kurniawan selaku ketua pelaksana BSI FLASH 2026.
Tak ketinggalan, dukungan datang dari komunitas digital seperti DICO, DCC, Mandiri Digital Universe, KIAN Event Organizer, aplikasi M-Tryout, serta media partner macam MileniaNews, BSINews, Bintang Sekolah Indonesia, hingga BSI TV & Radio. Pokoknya, gaungnya lumayan bikin heboh se-Bogor Raya.
Ade Kurniawan mengatakan, dengan tema “Beyond The Game”, terasa pas. Karena yang ditawarkan bukan cuma kompetisi fisik, tapi juga ajang membangun persahabatan lintas sekolah, belajar menerima kekalahan tanpa drama, dan merayakan kemenangan tanpa jadi jumawa.
“Di luar lapangan, mungkin ada pelajar yang nanti jadi atlet nasional. Ada juga yang kelak sibuk di dunia industri kreatif. Tapi di momen ini, mereka sama-sama berdiri di lapangan dengan jersey kebanggaan, keringat bercucuran, suara sahut-sahutan, dan semangat yang tak bisa dibeli,” ujar Ade.
Dan bukankah itu yang paling penting? Bahwa generasi muda butuh ruang untuk menyalurkan energi, bukan sekadar lewat layar gawai. Karena di lapangan, semua orang setara yang menentukan bukan followers Instagram, tapi seberapa kuat bertahan dan seberapa ikhlas ketika kalah.
Pada akhirnya, Sport Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor ini bukan sekadar festival olahraga. Ia adalah pengingat kecil, bahwa masa depan bangsa ini sedang berlari, meloncat, dan menembak bola diiringi tawa, teriakan, dan doa dari pinggir lapangan.(ACH)