Ketika Pelajar Bogor Menyadari, Sport Competition BSI FLASH 2026 Bukan Lagi Soal Keringat
BSINews, Bogor – Bayangkan suasana Rabu (10/9) di Sport Center Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cilebut pada Sport Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor. Suara sepatu beradu dengan lantai, teriakan pelajar bersahut-sahutan, bola futsal memantul kencang, dan di tribun, teman-teman sekolah sibuk bersorak seperti komentator dadakan. Dari luar, mungkin terdengar seperti keributan biasa anak muda. Tapi kalau diperhatikan lebih dalam, ada semangat yang sedang dikukuhkan bahwa semangat olahraga sebagai gaya hidup.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kota Bogor, Hotlan Jhon Meiti, jadi salah satu saksi mata. Dalam sambutannya, ia nyeletuk jujur, “Animo bidang olahraga saat ini sudah sangat meningkat. Pandemi Covid-19 kemarin justru memicu kesadaran banyak orang bahwa olahraga bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tapi sudah menjadi gaya hidup. Ini terbukti dari meningkatnya peminat olahraga, terutama kalangan remaja, dalam setiap event yang digelar di Kota Bogor, salah satunya di BSI FLASH 2026 Kota Bogor ini.”
Baca juga: BSI FLASH 2026: Ketika Anak Bogor Bertanding, Bukan Cuma Mengejar Juara
Bayangkan, pandemi yang dulu bikin semua orang mendadak jadi koki dadakan dan gamer instan, ternyata juga meninggalkan satu warisan lain yaitu kesadaran bahwa tubuh perlu dirawat. Olahraga, yang dulunya sering dianggap PR paling malas dikerjakan, kini naik kelas jadi identitas.
Sport Competition BSI FLASH 2026 Kota Bogor hadir dengan tiga cabang olahraga, futsal, voli, dan basket. Total 48 tim dari berbagai sekolah ikut serta, memperebutkan hadiah Rp80 juta plus ratusan juta rupiah beasiswa pendidikan dari UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Tapi, seperti kata Hotlan, kompetisi ini bukan sekadar urusan juara.
“Kompetisi ini sangat membantu dalam membentuk karakter generasi muda. Di Kota Bogor, kami juga tengah fokus pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat. Karena itu, ajang seperti BSI FLASH 2026 ini sangat dibutuhkan, sekaligus bisa menjadi wadah awal dalam menyeleksi calon atlet andalan Kota Bogor di masa depan.”
Artinya, apa yang tampak di lapangan, seperti tendangan keras, smash voli, atau three point di detik terakhir sebenarnya punya makna lebih jauh yaitu latihan menjadi pribadi yang tangguh. Karena dalam hidup, kalah-menang itu pasti, tapi sportivitas sering jadi barang langka.
“Jaga sportivitas dan biasakan bertanggung jawab, jangan lupa berlatih, karena hal itu bisa menjadi bekal kalian, bukan hanya bidang masing-masing, namun juga ketika menyesuaikan dengan pekerjaan,” tegas Hotlan.
Nah, ini menarik. Bahwa disiplin olahraga ternyata nyambung langsung ke dunia kerja. Bedanya, di lapangan kita adu stamina, di kantor kita adu kesabaran. Sama-sama perlu latihan.
Tema acara ini, “Beyond The Game”, terasa tepat. Karena pada akhirnya, olahraga tidak berhenti ketika peluit panjang berbunyi. Ia hidup di luar lapangan, dalam cara kita menghargai lawan, bekerja sama dalam tim, atau bangkit setelah kalah.
Baca juga: Tiga Pleton Tampil Perkasa, SMAN 1 Cisaat Sabet Juara Utama 3 LKBB BSI Flash 2026 Kampus Sukabumi
Dan mungkin, di situlah letak pentingnya acara seperti Sport Competition BSI FLASH 2026. Bahwa Bogor sedang melahirkan generasi yang tidak hanya jago nge-drift di TikTok, tapi juga tahu arti disiplin, sportivitas, dan solidaritas. Hal-hal yang sering lebih sulit dipelajari daripada teori integral.
Kalau dipikir-pikir, hidup ini memang mirip turnamen, kadang kita harus jungkir balik, kadang kena foul, tapi yang paling penting adalah tetap main dengan hati. Karena seperti BSI FLASH 2026 ajarkan, kemenangan sejati ada di luar papan skor.(ACH)