Edufair 2025: SMKN 72 Jakarta Ajak Siswa Kenali Dunia Kampus Digital Kreatif UBSI
BSINews, Jakarta – SMKN 72 Jakarta kembali menggelar kegiatan edufair tahunan sebagai sarana pengenalan dunia pendidikan tinggi bagi siswa. Salah satu sorotan dalam kegiatan yang digelar pada Rabu (25/6), ini adalah kehadiran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cengkareng yang memperkenalkan sistem perkuliahan digital kepada para siswa.
Melalui edufair ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami lebih dekat transformasi pendidikan tinggi menuju era digital. Konsep blended learning, e-learning, dan sistem informasi akademik terintegrasi menjadi topik utama yang disampaikan oleh perwakilan UBSI. Pemaparan ini bertujuan membekali siswa dengan literasi digital agar lebih siap menghadapi perkuliahan modern.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan demo sistem informasi akademik dan aplikasi mobile yang digunakan mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan sehari-hari. Simulasi ini disambut antusias oleh para siswa yang akrab dengan penggunaan perangkat digital dalam kegiatan belajar.
Baca juga :Β Lulus dengan Bukti, Bukan Janji: UBSI Kampus Cengkareng Gelar Sertifikasi Kompetensi Analis Program
Salah satu siswa kelas XI, Tiara, mengungkapkan rasa kagumnya usai mencoba langsung simulasi aplikasi perkuliahan digital yang ditampilkan UBSI. Ia merasa tertarik dengan kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan dalam sistem pembelajaran modern.
βTidak menyangka kampus sekarang secanggih itu, semuanya serba online. Belajar pun bisa fleksibel,β ujar Tiara, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (28/6).
Selain sistem akademik, UBSI juga memperkenalkan portal karier dan platform sertifikasi online yang dapat diakses oleh mahasiswa aktif. Hal ini memberikan gambaran bahwa kampus digital tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga mendukung kesiapan karier mahasiswa sejak awal perkuliahan.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah demonstrasi interaktif tentang kuliah daring yang tetap memungkinkan interaksi aktif antara mahasiswa dan dosen melalui forum diskusi serta sesi live class. Ini menunjukkan bahwa sistem kuliah digital tidak sebatas menyimak materi, tetapi mendorong komunikasi dua arah yang dinamis.
Dalam presentasinya, tim UBSI juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan pengembangan karakter. Mahasiswa didorong untuk aktif dalam kegiatan organisasi, pelatihan soft skill, hingga program inkubator bisnis berbasis digital.
Melalui kegiatan edufair ini, siswa SMKN 72 Jakarta semakin terbuka wawasannya mengenai dunia pendidikan tinggi, terutama bagaimana UBSI membekali mahasiswa dengan kompetensi digital dan kesiapan karier yang relevan di era industri 4.0. (Alisa)