FTI UBSI Perkuat Kurikulum Berbasis Industri, Ratusan Dosen Bahas OBE dan Skill Abad 21

0 74

BSINews, Jakarta – Perubahan dunia teknologi bergerak cepat, kadang terasa seperti berlari di treadmill yang kecepatannya terus dinaikkan. Dunia kampus yang ingin tetap relevan tidak punya pilihan selain ikut berlari. Prinsip inilah yang sedang dipegang oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UBSI.

Sebagai fakultas terbesar di UBSI yang mengelola 33 program studi dari jenjang D3, S1 hingga S2, FTI terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pilar pendidikan teknologi di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga kualitas akademik sekaligus menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan industri digital.

Baca juga: FTI UBSI Perkuat Sinergi Akademik, Tekankan Inovasi Kurikulum Berbasis Industri

Langkah itu terlihat dalam Pertemuan Akademik FTI UBSI untuk Evaluasi Semester Ganjil 2025–2026 dan Persiapan Semester Genap 2025–2026 yang digelar di Gedung Rektorat UBSI, Jalan Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/3).

Sebanyak 506 dosen FTI UBSI berkumpul dalam dua sesi diskusi intensif. Tujuannya sederhana tapi penting: menyelaraskan arah pendidikan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Dalam pemaparan utamanya, Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus berorientasi pada hasil nyata dari proses belajar.

“Transformasi menuju Outcome Based Education atau OBE menjadi langkah penting untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah, tetapi harus memiliki kompetensi yang bisa dibuktikan dan diterapkan,” jelasnya dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (10/3).

Kurikulum Berbasis Industri
Pertemuan Akademik FTI UBSI

Pendekatan ini diwujudkan melalui metode Outcome Based Learning and Teaching (OBLT) yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran aktif atau Student Centered Learning. Dalam model ini, dosen UBSI tidak lagi sekadar penyampai materi, melainkan berperan sebagai fasilitator, inspirator, sekaligus mentor yang mengarahkan proses eksplorasi mahasiswa.

Selain pendekatan OBE, pertemuan akademik ini juga menekankan pentingnya penguasaan 21st Century Skills. Kompetensi seperti berpikir kritis, kolaborasi, literasi informasi, hingga kemampuan di bidang kecerdasan buatan dan Big Data kini menjadi standar kemampuan yang harus dimiliki lulusan.

Setelah sesi utama, diskusi berlanjut dalam sesi sharing dari para Kepala Program Studi (Kaprodi) di bawah naungan FTI UBSI yang memaparkan strategi pengembangan kompetensi di masing-masing bidang.

Kaprodi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi mahasiswa merujuk pada standar dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sebagai acuan kebutuhan industri digital nasional.

Sementara itu, Kaprodi Teknologi Informasi UBSI, Hendra Supendar, menekankan pentingnya pendekatan Project Based Learning (PBL) agar mahasiswa memiliki pengalaman proyek nyata sebelum lulus.

Di bidang Rekayasa Perangkat Lunak, Taufik Baidawi memaparkan tiga fokus utama profil lulusan yakni Software Engineer, Advanced Mobile Computing, dan Cloud Computing Developer.

Pendekatan berbeda juga diterapkan pada Prodi Teknik Industri UBSI. Kaprodinya, Miwan Kurniawan Hidayat, menguraikan implementasi 14 poin IISE Body of Knowledge sebagai standar kompetensi keilmuan.

Kurikulum Berbasis Industri
Pertemuan Akademik FTI UBSI

Pada Prodi Teknik Elektro, Rian Septian Anwar menyoroti pengembangan pusat kajian Cyber Security dan Digital Forensics Lab (SSDF-Lab) sebagai bagian dari strategi menuju akreditasi Unggul dari LAM Teknik.

Sementara itu, Kaprodi Informatika UBSI, Sumanto, menegaskan arah lulusan pada tiga bidang strategis yakni Data Scientist, Software Development, dan AI Engineer, dengan kewajiban menghasilkan luaran berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) maupun publikasi jurnal ilmiah bagi mahasiswa dan dosen.

Pertemuan ini juga menjadi ruang refleksi atas capaian akreditasi program studi di lingkungan FTI UBSI. Sejumlah program studi seperti Informatika, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, hingga Rekayasa Perangkat Lunak telah meraih Akreditasi Unggul dari LAM INFOKOM.

Baca juga: Dosen Ilmu Komunikasi UBSI: Workshop Ini Wujud Praktik Nyata Kurikulum Berbasis Industri

Semangat “Kuliah…? BSI Aja!!” kembali digaungkan sebagai simbol komitmen kampus dalam mencetak generasi digital yang tidak hanya kompeten secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan integritas di tengah persaingan global.

Bagi lulusan SMA/SMK yang ingin meniti karier di dunia teknologi dan industri digital, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif saat ini membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Informasi lengkap mengenai program studi dan proses pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi https://pmbubsi.id sebagai langkah awal menuju masa depan di industri teknologi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.