Hadapi Tantangan Era Digital, UBSI Kampus Tegal Bekali Mahasiswa Etika AI untuk Dunia Industri

0 13

BSINews, TegalUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan di era transformasi digital. Salah satunya melalui penyelenggaraan Seminar AI Ethics bertema “Etika Kecerdasan Buatan dalam Dunia Industri untuk Meningkatkan Profesionalisme” yang digelar pada Rabu (17/12), di Aula UBSI kampus Tegal.

UBSI Kampus Tegal Bekali Mahasiswa Etika AI untuk Dunia Industri

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi dan menghadirkan praktisi industri Erwin Sunanto dari PT Hamana Works Indonesia (Hamana Group), perusahaan Penanaman Modal Asing asal Jepang yang beroperasi di Kabupaten Tegal. Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya penerapan etika dalam pemanfaatan kecerdasan buatan di dunia industri.

Dalam pemaparannya, Erwin Sunanto menekankan bahwa penggunaan kecerdasan buatan tidak hanya berfokus pada peningkatan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga harus disertai dengan tanggung jawab etis. “AI merupakan alat bantu yang sangat kuat. Namun, tanpa etika yang jelas, pemanfaatannya justru dapat menurunkan profesionalisme, baik di dunia pendidikan maupun industri. Manusia harus tetap menjadi pengendali utama dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima di Tegal pada Jumat (19/12).

Ia juga mengulas berbagai risiko penyalahgunaan AI, seperti plagiarisme, pembuatan konten palsu atau deep fake, serta ketergantungan berlebihan pada AI tanpa proses analisis dan verifikasi. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi melemahkan integritas, tanggung jawab, dan nilai profesional dalam dunia kerja.

Selain berbagi pengalaman penerapan AI di lingkungan industri, Erwin turut menjelaskan pentingnya pemahaman regulasi nasional terkait etika kecerdasan buatan, salah satunya Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. Regulasi tersebut menekankan prinsip inklusivitas, kemanusiaan, keamanan data, transparansi, akuntabilitas, serta perlindungan kekayaan intelektual.

“Mahasiswa sebagai calon profesional perlu memahami bahwa penggunaan AI tidak boleh melanggar hak cipta, privasi data, dan nilai kemanusiaan. Etika AI menjadi fondasi agar teknologi benar-benar memberi manfaat,” tambahnya.

Baca juga : Optimisme Kelulusan, Mahasiswa Teknik Industri UBSI Kupas Strategi Skripsi Lewat Workshop Metodologi

Melalui seminar ini, UBSI kampus Tegal berharap mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara cerdas, bertanggung jawab, dan beretika, sehingga siap menghadapi tuntutan dunia industri yang semakin digital dan kompetitif.

Kegiatan seminar berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Hal ini terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif, di mana mahasiswa menggali lebih dalam mengenai penerapan AI yang etis dan profesional di dunia kerja. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.