Kunci Sukses Guru BK di Era AI: Fisik Sehat, Mental Kuat, dan Bijak Bermedia

0 5

BSINesws, Tasikmalaya – Guru BK (Bimbingan dan Konseling) memegang peranan krusial dalam mendampingi perkembangan serta mengatasi berbagai permasalahan siswa di sekolah. Dalam gelaran Seminar Pemuda Digital 2026 yang diusung Universitas  Bina Sarana Informatika (UBSI) bertajuk “Creative Mind In The AI Era” di Hotel Horison Tasikmalaya, Kamis (15/10), isu kesehatan mental pendidik dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi sorotan utama.

Tuti Hayati, Guru BK dari SMK Negeri 3 Tasikmalaya, menyampaikan bahwa materi mengenai kesehatan mental sangat relevan bagi para guru BK yang setiap hari berhadapan dengan dinamika serta permasalahan peserta didik.

Baca juga: UBSI Tasikmalaya Gelar Seminar Pemuda Digital, Dorong Guru BK Manfaatkan AI di Sekolah

Kunci Sukses Guru BK

“Setiap hari kami berhadapan dengan berbagai masalah siswa di sekolah. Oleh karena itu, penting sekali bagi guru BK untuk memiliki kesehatan mental yang baik. Ketika kondisi fisik dan psikis kita sehat, kita dapat memberikan layanan yang optimal dan menularkan aura positif kepada siswa,” kata Tuti saat diwawancarai seusai acara.

Ia juga menyoroti pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) serta menerapkan teknik-teknik relaksasi sederhana di tengah kesibukan mengajar, seperti menjaga pola napas dan membiasakan diri bersyukur serta tersenyum.

Selain kesehatan mental, seminar ini juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi Web AI untuk mendukung integrasi dan efisiensi administrasi layanan Bimbingan Konseling. Tuti menyambut positif inovasi ini dan berharap ke depannya ada pelatihan lanjutan secara mendalam.

“Web AI untuk administrasi BK sangat menarik. Harapannya ke depan ada pelatihan teknis yang lebih mendalam dan dapat diakses secara gratis agar para guru BK dapat mengaplikasikannya secara maksimal di sekolah,” tambahnya.

Menanggapi fenomena penggunaan AI di lingkungan sekolah, Tuti mengakui bahwa teknologi ini sudah tidak terpisahkan dari aktivitas belajar siswa sehari-hari. Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengawasan dan arahan agar pemanfaatan teknologi tetap berada pada jalur yang tepat.

Baca juga: AI Makin Dekat dengan Dunia Pendidikan, UBSI Kampus Kaliabang Dorong Guru BK Lebih Adaptif

“Anak-anak saat ini sudah sangat akrab dengan AI untuk menyelesaikan tugas sekolah. Pesan saya, manfaatkanlah teknologi AI sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif dan produktif. Jangan sampai teknologi ini disalahgunakan atau berdampak negatif bagi perkembangan mereka,” tutup Tuti.

Leave A Reply

Your email address will not be published.