Gotong Royong Anak Bangsa, Edukasi Lingkungan dan Kebersamaan di Rumah Belajar Kapuk
BSINews, Tangerang — Sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan karakter berbasis Pancasila sejak dini, sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tangerang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “The Youth for Environment and Unity” di Rumah Belajar Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (12/6).
Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menanamkan nilai gotong royong dan meningkatkan kesadaran lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Edukasi Lingkungan dan Praktik Gotong Royong Bersama Anak-Anak
Bekerja sama dengan pengelola Rumah Belajar Kapuk, para mahasiswa menyelenggarakan rangkaian aktivitas edukatif dan interaktif, yang secara khusus mengangkat nilai gotong royong sebagai wujud kepedulian sosial mahasiswa dalam menjaga kebersihan dan membangun kebersamaan di lingkungan sekitar.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai krisis sampah di Indonesia, pentingnya membuang sampah pada tempatnya, serta pengenalan jenis-jenis sampah organik dan anorganik. Anak-anak juga diajak aktif dalam sesi tanya jawab untuk menumbuhkan keberanian dalam menyampaikan pendapat terkait kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Setelah sesi edukasi, anak-anak bersama para mahasiswa terlibat langsung dalam kerja bakti membersihkan area Rumah Belajar. Kegiatan ditutup dengan minigames edukatif seperti balap karet dan tebak kelereng yang bertujuan menanamkan nilai kerja sama tim, solidaritas, dan kedisiplinan dalam suasana yang menyenangkan.
William Joy Sebastian, ketua pelaksana kegiatan, berbagi pandangannya tentang pentingnya membangun karakter anak-anak melalui kegiatan sederhana namun bermakna.
“Tujuan kami bukan hanya membuat anak-anak senang, tetapi juga menyentuh karakter mereka—membangun rasa peduli, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan,” ungkapnya dalam keterangan rilis, Rabu (25/6).
Hasil dari kegiatan ini pun terlihat nyata. Guru setempat menyampaikan bahwa anak-anak mulai terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan bahkan tak ragu menegur teman yang belum melakukannya. Semangat gotong royong juga semakin tumbuh, terlihat dari antusiasme mereka bekerja sama menjaga kebersihan dan merapikan lingkungan belajar.
Dampak positif dari kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga diapresiasi oleh pihak Rumah Belajar Kapuk.
“Ini bukan sekadar sosialisasi, tapi pembelajaran karakter yang nyata,” tutur Tisa, salah satu pengajar di lokasi.
Pihak pengelola bahkan berencana mengadopsi kegiatan serupa dalam program piket mingguan serta sesi pembelajaran tematik terkait lingkungan.
Melalui aksi nyata seperti ini, mahasiswa UBSI kampus Tangerang tak hanya menyalurkan kepedulian sosial, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan. Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menunjukkan kontribusi positifnya dalam penguatan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.(Siti Hafizah)