Mahasiswa UBSI Perdalam Literasi Keuangan Lewat Seminar Investasi Bersama Praktisi BEI
BSINews, Bekasi — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Program Studi Manajemen dan Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggelar Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan bertema “Pelatihan dan Uji Profisiensi Pasar Modal Tahap I” di Hall C BSI Convention Center pada Selasa (9/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan, investasi, dan pasar modal sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
Mahasiswa UBSI Perdalam Literasi Keuangan Lewat Seminar Investasi Bersama Praktisi BEI
Seminar yang dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 08.30–12.00 WIB dan 13.00–15.00 WIB, diikuti oleh ratusan mahasiswa yang antusias mempelajari dunia investasi secara langsung dari praktisi. Hadir sebagai narasumber Hendra Pamungkas Iovianto dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang membahas pentingnya investasi legal, mekanisme pasar modal, serta strategi pengelolaan keuangan sejak usia muda.
Dalam pemaparannya, Hendra menegaskan bahwa investasi kini bukan lagi sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh kalangan tertentu. Menurutnya, mahasiswa memiliki peluang besar untuk mulai membangun kebiasaan berinvestasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
“Literasi keuangan merupakan keterampilan yang penting dimiliki generasi muda. Dengan memahami pasar modal sejak dini, mahasiswa dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak sekaligus terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi Selasa (9/6).
Baca Juga : Lolos Hibah Kemdiktisaintek 2026, Dosen UBSI Tingkatkan Literasi Keuangan Digital Anggota SALIMAH
Selain memperoleh materi mengenai pasar modal, para peserta juga mengikuti pelatihan dan uji profisiensi sebagai upaya memperkuat kompetensi di bidang investasi dan keuangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga wawasan praktis mengenai mekanisme investasi yang aman, legal, dan sesuai dengan regulasi.
Ketua Program Studi Manajemen UBSI, Eka Dyah Setyaningsih, mengatakan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori manajemen dan bisnis, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan serta memahami investasi secara tepat. Literasi keuangan menjadi bekal penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan finansial yang cerdas dan bertanggung jawab,” jelas Eka.
Ia menambahkan, kolaborasi antara UBSI dan Bursa Efek Indonesia menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang berpengalaman di bidang pasar modal.
“Melalui seminar ini kami berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya investasi yang legal, aman, dan terencana. Kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai investasi saham, risiko pasar modal, hingga strategi mengelola keuangan sejak masih menempuh pendidikan.
Salah satu peserta, Muhammad Fajar, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti seminar tersebut.
“Sebelumnya saya menganggap investasi saham hanya untuk orang yang sudah bekerja. Setelah mengikuti seminar ini, saya jadi memahami bahwa mahasiswa juga bisa mulai belajar berinvestasi sejak sekarang dengan pengetahuan yang benar,” ungkapnya.
Melalui Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan ini, UBSI kampus Kaliabang kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan literasi keuangan mahasiswa sehingga mereka dapat mengelola keuangan secara bijak, memahami investasi yang legal, serta menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. (Safika)