Mau Lulus Harus Kompeten, UBSI Bekali Mahasiswa dengan Sertifikasi Programmer
BSINews, Solo — Mau lulus harus kompeten. Inilah standar yang diterapkan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) untuk memastikan lulusannya benar-benar siap menghadapi dunia kerja. Salah satu buktinya adalah penyelenggaraan Workshop Sertifikasi Kompetensi Programmer yang digelar secara daring pada Senin (14/7), melalui platform Zoom.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dari berbagai kampus UBSI, seperti Tasikmalaya, Yogyakarta, Solo, dan Purwokerto. Workshop ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya sertifikasi sebagai pengakuan resmi terhadap kompetensi di bidang pemrograman, sekaligus syarat wajib pengambilan ijazah setelah menyelesaikan studi.
UBSI Pastikan Mahasiswanya Kompeten Lewat Sertifikasi Programmer
Workshop ini menghadirkan narasumber Deddy Supriadi, seorang akademisi sekaligus asesor dari LSP dan praktisi pemrograman, dengan Wawan Nugroho sebagai moderator. Mereka membahas secara detail alur sertifikasi, persyaratan berkas, hingga tugas-tugas yang harus diselesaikan sebelum mengikuti uji kompetensi.
Supriyanta, Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Solo, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menembus dunia industri digital. Ia mengatakan, “Sertifikasi kompetensi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan pengakuan resmi terhadap kemampuan mahasiswa di bidang pemrograman. Ini akan menjadi nilai tambah saat mereka memasuki dunia kerja.”
Baca juga : Angkat Isu Kenakalan Remaja dan Literasi Digital, HIMSI UBSI Kampus Solo Akan Gelar Seminar Edukatif
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan mental dan teknis untuk menghadapi sertifikasi, sekaligus memahami bahwa penguasaan kompetensi menjadi kunci bersaing di era teknologi. Selain menambah nilai akademik, sertifikat kompetensi juga memperkuat profil lulusan untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin ketat.
Dengan workshop ini, UBSI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kuat secara teori, tetapi juga memiliki bukti nyata kompetensi profesional yang diakui secara nasional.