Pelatihan Dasar Python untuk Santri Rumah Tahfidzh Daar El-Huffadzh

0 34

BSINews, Jakarta – Dosen Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menyelenggarakan pelatihan dasar pemrograman Python bagi santri Rumah Tahfidzh Daar El-Huffadzh. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, memadukan pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dan tatap muka di Komplek Dolog, Jl. Raya Kali Malang No. B 24 Rt. 03 Rw. 16, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Minggu (13/7).

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan literasi teknologi yang inklusif untuk semua kalangan, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis agama. Melalui pelatihan ini, UBSI ingin memberikan akses pengetahuan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat kompetensi digital generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual.

Pelatihan Dasar Python untuk Santri Rumah Tahfidzh Daar El-Huffadzh

Pelatihan ini diinisiasi oleh Adi Chandra Setiawan selaku Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat (PM), menghadirkan Chaerul Bachri sebagai narasumber utama, serta Eka Herdit Juningsih sebagai tutor pendamping. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahasa Python, instalasi perangkat lunak, sintaks dasar, hingga praktik membuat program sederhana yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Adi Chandra Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Lembaga Bahasa UBSI Gelar Pelatihan TOEFL Prediction Test, Tingkatkan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para santri dan pengurus dengan keterampilan dasar Python, yang saat ini menjadi salah satu bahasa pemrograman populer dan banyak digunakan di berbagai bidang teknologi. Harapannya, kemampuan ini dapat menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menghadapi perkembangan era digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, Python dipilih karena kemudahannya untuk dipelajari, namun memiliki kemampuan yang sangat luas, mulai dari pengolahan data, pembuatan aplikasi, hingga pengembangan kecerdasan buatan.

“Kami berharap para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan Python untuk membuat program sederhana yang bermanfaat dan mendukung proses pembelajaran mereka,” pungkas Adi.

Melalui kegiatan ini, UBSI berharap dapat memperluas dampak positif literasi teknologi hingga ke pesantren dan lembaga pendidikan non-formal lainnya, sehingga generasi muda Indonesia siap menghadapi tantangan era digital.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.