BSINews, Jakarta – Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Seminar Career Development bertajuk “Level Up Skill and Growth Mindset”. Kegiatan yang dirancang untuk menguatkan kesiapan karier mahasiswa ini berlangsung di Aula UBSI kampus Jatiwaringin, Jakarta, pada Kamis (11/6).
Seminar ini diselenggarakan dalam dua sesi terpisah, yakni pukul 14.00-16.00 WIB dan pukul 19.00-21.00 WIB. Langkah tersebut diambil guna menjangkau seluruh mahasiswa Prodi Manajemen UBSI agar mendapatkan pembekalan kompetensi yang merata sebelum memasuki dunia industri.
Baca juga: Mengapa Lulusan Prodi Manajemen Cocok Menjadi Konsultan, Ini Alasannya
Untuk membedah tantangan dunia kerja modern, UBSI menghadirkan Hendro Christanto selaku Head of Marketing Strategy Perum Bulog sebagai narasumber utamanya. Dalam paparannya, Hendro menekankan pentingnya proses belajar yang berkelanjutan (continuous learning) bagi generasi muda.
“Keterampilan yang kita miliki hari ini belum tentu cukup untuk menjawab tantangan industri tiga atau lima tahun ke depan. Mahasiswa tidak boleh cepat berpuas diri, melainkan harus terus memicu rasa ingin tahu untuk mempelajari hal-hal baru,” ujar Hendro di hadapan para peserta.
Ia menyebut bahwa kesuksesan di dunia profesional sangat dipengaruhi oleh pola pikir bertumbuh (growth mindset). Pola pikir ini dinilai menjadi benteng utama dalam menghadapi ketidakpastian dunia kerja modern.
“Growth mindset membantu kita melihat tantangan sebagai peluang belajar, bukan hambatan yang menghentikan langkah. Mereka yang bertahan di era disrupsi adalah mereka yang tidak takut salah dan selalu membuka diri terhadap evaluasi,” jelas Hendro memotivasi.
Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi Manajemen UBSI, Eka Dyah Setyaningsih, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan komitmen nyata institusi dalam mendukung kesiapan karier mahasiswa. Dikenal luas sebagai “Kampus Digital Kreatif”, UBSI dituntut untuk selalu menyelaraskan teori akademis dengan kebutuhan nyata di industri digital.
“Kami di UBSI berkomitmen tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi. Kami ingin mahasiswa kami memiliki karakter problem solver yang tangguh sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja,” kata Eka dalam keterangan rilis, Jumat (12/6).
Eka menegaskan bahwa kurikulum prodi Manajemen saat ini terus didesain untuk menyeimbangkan porsi keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan interpersonal (soft skills). Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan secara signifikan di tingkat nasional maupun global.
“Penguasaan teknologi digital dan manajemen modern harus diimbangi dengan kepemimpinan serta empati sosial. Melalui seminar karier berkala bersama para praktisi industri, kami membuka jalan bagi mahasiswa untuk membangun jaringan profesional mereka sejak dini,” tutup Eka.