BSINews, Tegal — Dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi informasi, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Programmer pada Rabu (2/7). Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting, dengan mengangkat tema “Kesiapan Digital Talent melalui Sertifikasi Programmer di Era Artificial Intelligence”.
Pembekalan Sertifikasi Programmer untuk Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi digital, salah satunya melalui pelaksanaan program sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kegiatan pembekalan ini merupakan kolaborasi dari seluruh Prodi SIA di lingkungan UBSI.
Kegiatan ini menghadirkan Dede Firmansyah sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Raja Sabarudin. Dalam sesi pemaparan, Dede menyampaikan pentingnya memahami seluruh unit kompetensi dalam skema programmer, sekaligus mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun non-teknis. “Sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kompetensi yang harus diraih dengan kesiapan penuh. Jangan anggap remeh persiapan teknis maupun non-teknisnya,” ujar Dede.
Ia juga menekankan bahwa calon peserta sertifikasi perlu memperhatikan detail kecil yang berpengaruh pada penilaian, seperti etika berpakaian, ketepatan waktu, hingga penguasaan terhadap program yang akan digunakan saat ujian. “Kunci suksesnya sederhana: hadir dengan kesiapan penuh dan niat belajar yang sungguh-sungguh,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Salah satu peserta, Ramliadi, menanyakan tentang referensi pembelajaran dan teknis pengerjaan proyek saat ujian.“Adakah rekomendasi website atau kanal YouTube sebagai referensi untuk mempelajari langkah-langkah sertifikasi secara bertahap? Dan saat uji sertifikasi nanti, apakah program yang dibuat harus dari awal atau bisa menggunakan proyek yang sudah pernah dikerjakan?” tanyanya.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Dede menjelaskan bahwa format pelaksanaan sangat tergantung pada kebijakan LSP dan kesiapan teknis dari institusi. Namun, ia kembali menekankan bahwa kesiapan pribadi peserta dalam memahami dan menguasai materi asesmen adalah yang paling utama.
Baca juga: Uji Kompetensi Basis Data UBSI Kampus Tegal Tekankan Kesiapan Industri
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol semangat kolektif dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Antusiasme peserta, partisipasi aktif mahasiswa, serta dukungan akademik yang solid menunjukkan bahwa pembekalan ini tidak hanya penting, tetapi juga berdampak nyata dalam membangun kesiapan generasi digital yang kompeten dan percaya diri.(Tiara Sari)