TikTok Bukan Sekadar Joget, Siswa Belajar Bisnis di Era Scroll-Tanpa-Henti

0 50

BSINews, Jakarta – Coba jujur sebentar. Waktu dengar kata “TikTok”, apa yang pertama kali terlintas? Joget bareng lagu viral? Challenge absurd yang bikin kepala geleng-geleng? Atau mungkin, video kucing gemuk yang pakai efek suara aneh?

Ternyata, di balik dunia scroll tanpa henti itu, ada peluang bisnis yang serius banget. Dan inilah yang coba dibongkar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) lewat program BSI Digination bareng Pusat Pelatihan dan Pengembangan (P4) Jakarta Barat, Kamis (25/9). Temanya? “TikTok for Business.”

Baca juga: UBSI dan P4 Jakarta Barat Perpanjang Kerja Sama, Siap Perluas Dampak Pendidikan Digital

Bukan sekadar teori, acara ini menghadirkan dua sosok yang sehari-hari bergulat dengan algoritma dan engagement, yakni Syarah Seimahuira selaku Social Media Specialist, dan Robi Azis Zuama selaku praktisi konten digital.

Syarah ngomong blak-blakan bahwa TikTok itu bukan cuma tren, tapi medan tempur branding. “Storytelling jadi alat penting untuk bikin engagement yang berkelanjutan,” ujarnya. Maksudnya, kalau mau jualan kopi kekinian atau produk skincare, nggak cukup hanya nunjukin promo buy 1 get 1. Harus ada cerita kenapa kopi itu bisa bikin kamu inget rumah, atau kenapa skincare itu bikin kamu pede pas ketemu mantan.

Di sisi lain, Robi masuk dengan perspektif yang lebih “techy.” Dia ngenalin TikTok Live Studio yaitu fitur yang kalau dipakai bener, bisa jadi jalur tol buat bisnis. “Live streaming itu kanal penting dalam digital marketing. Dengan TikTok Live Studio, pelaku usaha bisa lebih dekat dengan konsumen secara real-time,” katanya. Bahasa kasarnya, jualan live itu kayak manggil orang langsung ke lapak, tapi tanpa perlu sewa ruko di pasar.

Yang bikin acara ini menarik, siswa nggak cuma duduk manis dengerin teori. Mereka langsung praktek, mulai dari bikin konten, nyobain fitur iklan, sampai mainan live untuk belajar interaksi real-time. Ada yang grogi depan kamera, ada juga yang ternyata jago ngomong kayak host shopping channel.

Antusiasme peserta terasa nyata. Buat mereka, ini bukan sekadar “ngonten demi likes,” tapi pembuka jalan buat masa depan. Karena ya, mau suka atau enggak, dunia bisnis sekarang ikut aturan algoritma.

Baca juga: Sinergi Hebat! UBSI dan P4 Jakarta Barat Perpanjang MoU demi Pendidikan Berkualitas

Program BSI Digination sendiri kayak pengingat, kampus bukan cuma tempat hafalan teori, tapi juga laboratorium buat nyemplung ke realita digital. Dan lewat acara ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif kasih sinyal jelas bahwa generasi muda harus siap jadi pemain, bukan sekadar penonton di timeline.

Pada akhirnya, seminar “TikTok for Business” ini nunjukin satu hal penting bahwa di era digital, joget bisa jadi bisnis, scroll bisa jadi strategi, dan live bisa jadi penghubung antara kamu dan konsumen. Tinggal pilih, mau tetap jadi penikmat video kucing viral, atau ikut nimbrung bikin cerita yang juga bisa kasih nilai lebih?

Leave A Reply

Your email address will not be published.