UBSI Kampus Sukabumi Gelar Entrepreneur Fair 2025, Dorong Inovasi dan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Sejak Dini
BSINews, Sukabumi — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, secara resmi membuka Entrepreneur Fair 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menjadi panggung utama bagi mahasiswa untuk mempertajam dan menampilkan kemampuan wirausaha mereka melalui kreativitas dan inovasi produk. Hari pertama kegiatan telah menunjukkan potensi besar dalam menumbuhkan ekosistem bisnis di lingkungan kampus.
UBSI Kampus Sukabumi Gelar Entrepreneur Fair 2025, Dorong Inovasi dan Jiwa Wirausaha Mahasiswa Sejak Dini
Juri kegiatan, Yusti Farlina, mengapresiasi penyelenggaraan Entrepreneur Fair 2025 yang dinilai sangat baik dan terorganisir. Yusti melihat adanya peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, mulai dari jumlah pengunjung, variasi produk yang ditawarkan, hingga konsep acara secara keseluruhan. Menurutnya, suasana yang tercipta mampu membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga efektif dalam meningkatkan jiwa wirausaha mahasiswa.
Dari segi kualitas produk, Yusti mengungkapkan bahwa mahasiswa menunjukkan kematangan konsep yang luar biasa. Kemasan produk dinilai telah mendekati standar industri, dan mahasiswa tidak lagi sekadar meniru produk yang sudah ada di pasaran.
“Mahasiswa mulai berani melakukan inovasi dan modifikasi, baik dari segi rasa maupun bahan yang digunakan, sehingga produk memiliki keunikan dan mampu menarik minat pembeli,” ujar Yusti dalam keterangan rilis Kamis (18/12).
Baca Juga :Entrepreneur Fair Jadi Wadah Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Mahasiswa BSI Purwokerto
Salah satu aspek paling menonjol pada Entrepreneur Fair 2025 hari pertama adalah pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Beberapa peserta telah mengimplementasikan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS serta memanfaatkan media sosial populer seperti Instagram dan TikTok sebagai strategi pemasaran yang mendukung stan fisik mereka. Selain itu, produk yang dijual juga secara cermat mengikuti tren dan produk-produk yang sedang viral di tahun ini.
Yusti menegaskan bahwa kegiatan Entrepreneur Fair memiliki peran krusial bagi mahasiswa. Acara ini menjadi jembatan vital antara teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan realitas pasar yang sesungguhnya. Mahasiswa dilatih untuk menghadapi penolakan, menangani komplain pelanggan, mengasah kemampuan negosiasi, kerja sama tim, manajemen waktu, serta membangun relasi dan pengalaman langsung dalam dunia penjualan.
Ia berharap kegiatan kewirausahaan mahasiswa di UBSI tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik, tetapi dapat berkelanjutan.
“Entrepreneur Fair diharapkan menjadi wadah UMKM mahasiswa yang berkesinambungan, mampu melahirkan jiwa-jiwa muda yang berani berwirausaha, sekaligus memberikan peluang pendapatan dari produk yang dikembangkan,” tutup Yusti. (Sfkrhm)