BSINews, Tangerang — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan memperkuat semangat literasi di kalangan pelajar, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tangerang, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, turut serta dalam kegiatan Festival Bulan Bahasa & Edu Fair SMAN 20 Kabupaten Tangerang yang akan digelar pada Selasa (28/10), di Lapangan SMAN 20 Kabupaten Tangerang. Kegiatan bertema “Menjaga Warisan Budaya dalam Berbahasa” ini diikuti oleh lebih dari 1.160 peserta yang terdiri atas guru dan siswa.
UBSI Dukung Pelestarian Bahasa
Kehadiran UBSI kampus Tangerang dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya melalui pengembangan literasi bahasa dan budaya. Melalui kegiatan ini, UBSI berupaya memperkenalkan pentingnya kemampuan berbahasa yang baik sebagai dasar dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.
Dalam kegiatan tersebut, UBSI membuka stan informasi kampus yang menyediakan berbagai referensi mengenai program studi, beasiswa, serta prospek karier lulusan. Para peserta, terutama siswa SMAN 20 Kabupaten Tangerang, tampak antusias mengunjungi stan UBSI untuk mengenal lebih jauh dunia perkuliahan dan peluang masa depan melalui bidang teknologi dan komunikasi digital.
Tim UBSI yang akan hadir dipimpin langsung oleh dosen UBSI kampus Tangerang, Mochamad Nandi Susila, bersama sejumlah mahasiswa yang berperan aktif dalam kegiatan literasi dan promosi kampus. Ia menyampaikan bahwa penting bagi generasi muda untuk mampu menguasai bahasa dan teknologi secara seimbang.
Baca juga : Bukan Sosialisasi Biasa! UBSI Kampus Jatiwaringin Gaet Siswa SMA Lewat Festival Interaktif
“Kemampuan berbahasa yang baik akan membantu siswa beradaptasi dan berkompetisi di era digital. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga cerminan karakter dan identitas bangsa,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam Festival Bulan Bahasa & Edu Fair ini, UBSI kampus Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam pengembangan literasi bahasa dan teknologi di kalangan pelajar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memahami bahwa bahasa dan teknologi dapat berjalan beriringan sebagai fondasi kemajuan bangsa. (Alisa)