UBSI Tegaskan Diri Sebagai Kampus AI Masa Kini Lewat Festival Inovasi 2025

0 65

BSINews, Bekasi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kalimalang sukses menggelar AI Education & Innovation Festival 2025 pada Rabu 2 Juli 2025. Acara ini menjadi ajang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda dalam menyambut era kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat. Mengusung tema besar integrasi AI dalam berbagai aspek kehidupan, festival ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan para guru dari Bekasi dan sekitarnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Festival! UBSI Tegaskan Jati Diri sebagai Kampus AI Paling Visioner

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang masif, khususnya dalam dunia pendidikan.

“Kami percaya, pemahaman tentang AI tidak hanya penting bagi dunia kerja, tetapi juga akan menjadi landasan berpikir masa depan dalam berbagai bidang. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen menjadi pelopor pendidikan digital yang inklusif dan adaptif,” ujar Diah penuh semangat.

AI Festival 2025 terbagi dalam tiga sesi tematik, yaitu AI for Education, yang membahas bagaimana AI dapat menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan personal; AI for Business, yang mengupas penerapan AI dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing bisnis; serta AI for Cybersecurity, yang menyoroti pentingnya peran AI dalam melindungi sistem digital dari berbagai ancaman siber.

Menariknya, festival ini juga menghadirkan dua tokoh muda inspiratif, yakni David Rizal, mantan news anchor Liputan 6 SCTV, dan Sindy Novela, Puteri Indonesia Jambi 2023 yang juga merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi UBSI. Keduanya juga didapuk sebagai moderator yang memandu keseluruhan rangkaian acara dengan dinamis dan penuh energi, menciptakan suasana yang interaktif dan inspiratif bagi seluruh peserta.

David memberikan perspektif tentang transformasi dunia media di era AI, sementara Sindy menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi.

Baca Juga: AI dan Masa Depan SDM Digital: Seminar Nasional UBSI Hadirkan Pemangku Kebijakan dan Akademisi Terkemuka

“AI memang canggih, tapi tetap harus dikendalikan oleh manusia yang memiliki nilai. Empati adalah teknologi yang tidak bisa digantikan,” ujar Sindy dalam sesinya yang memikat peserta.(RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.