Workshop Digital Kreatif, Wi-Fi, dan Wawasan: Cerita Maba yang Baru Sadar Dunia Kuliah Nggak Cuma Ngulik Soal Ujian

0 25

BSINews, Bekasi – Ada sesuatu yang berbeda dari suasana Sabtu pagi (12/7) kemarin di aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang. Biasanya, aula itu hanya ramai pas ada sidang skripsi atau pembagian jaket almamater. Tapi kali ini, ratusan mahasiswa baru gelombang 3 dan 4 duduk manis, sebagian dengan mata berbinar, sebagian lagi masih ngumpulin nyawa karena kebiasaan bangun siang yang belum move on dari masa SMA.

Mereka datang buat ikut Workshop Digital Creative, acara penyambutan yang nggak sekadar formalitas, tapi ternyata isinya bisa bikin kepala ‘meletup’ ide. Di hadapan mereka hadir seorang narasumber yang kalau ngomong, nadanya tenang tapi efeknya kayak disiram air keras ke pola pikir, Suhardi selaku praktisi industri kreatif dan komunikasi yang paham betul rasanya hidup di era algoritma dan deadline tanpa ampun.

Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Bogor: Bekal Awal Mahasiswa Baru Hadapi Industri Teknologi

Suhardi bilang begini, “Dunia kerja sekarang nggak cuma nyari orang yang bisa baca modul dan ngerjain soal ujian. Dunia butuh yang bisa mikir cepat, bisa beradaptasi, dan kreatif, bahkan dari hal kecil.”

Seketika, suasana aula berubah. Mahasiswa yang tadinya bengong, mulai duduk tegak. Mungkin dalam hati ada yang berkata, “Wah, kayaknya kuliah di sini nggak bisa sekadar main Mobile Legends di belakang kelas, ya?”

Suhardi ngajak semua yang hadir buat mikir ulang tentang masa depan. Tentang gimana teknologi bisa jadi panggung untuk berekspresi, bukan cuma tempat scroll TikTok sampe kuota habis. Tentang pentingnya punya portofolio, bukan cuma IPK.

Muhamad Tabrani, Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, juga nggak kalah menyentil lewat sambutannya. “UBSI nggak cuma pengin mahasiswa lulus, tapi juga langsung siap kerja. Hari ini kita mulai langkah kecil, tapi dampaknya bisa besar.”

Sebagian mahasiswa baru terlihat manggut-manggut. Mungkin mulai sadar kalau hidup setelah lulus itu bukan cuma soal toga dan foto bareng keluarga, tapi juga CV dan wawancara HRD.

“Saya baru masuk kuliah, tapi suasananya langsung positif. Pembicaranya asik, materinya juga langsung nyambung ke dunia nyata,” kata Yasmin mahasiswa baru dari Prodi Sistem Informasi UBSI.

“Saya jadi lebih percaya diri. Ternyata kuliah di UBSI memang disiapkan buat langsung terjun ke dunia kerja,” timpal Rizky mahasiswa baru dari Teknologi Komputer UBSI.

Dua testimoni itu, meski singkat, udah cukup jadi bukti kalau workshop ini berhasil bikin para mahasiswa baru sadar, dunia kampus itu bukan cuma soal absen dan ngerjain laporan. Tapi juga soal mengenali diri, mengasah potensi, dan belajar navigasi hidup di dunia yang makin absurd.

Di akhir acara, beberapa mahasiswa masih antusias ngobrol, nanya-nanya ke panitia, bahkan minta kontak narasumber buat lanjut diskusi. Ada yang mencatat tips-tips dari Suhardi, ada juga yang langsung buka Canva, kayaknya semangat bikin portofolio dadakan.

Dari luar, mungkin acara ini cuma kelihatan kayak rangkaian formal penyambutan mahasiswa baru. Tapi buat yang benar-benar mendengarkan, ini adalah panggilan pertama untuk berpikir ulang, mau jadi mahasiswa yang cuma kuliah dan pulang, atau jadi mahasiswa yang hidup di dunia kampus dan siap terjun ke dunia nyata?

Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI x SMK GAMA: Upgrade Skill Generasi Muda di Era AI

Di zaman yang serba cepat, di mana AI bisa nyusun skripsi lebih rapi dari manusia, yang dibutuhin adalah manusia yang bisa berpikir kreatif, punya empati, dan berani jadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Dan, untungnya, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif paham betul soal itu. Maka, mereka mulai sejak hari pertama. Bukan dengan soal pilihan ganda. Tapi dengan membuka mata bahwa kuliah bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang sebenarnya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.