Dosen UBSI Kampus Karawang Gandeng Baznas Bekasi Teliti Optimalisasi Zakat Profesi

0 17

BSINews, Bekasi – Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang, yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi dalam sebuah penelitian. Riset ini, didanai hibah Bipemas dari Yayasan UBSI, berfokus pada upaya memaksimalkan peran zakat profesi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Asep, serta beranggotakan Mike Amelia, dan melibatkan mahasiswa Yuli dan Nur Ismiah, melakukan kunjungan ke Kantor Baznas Kabupaten Bekasi pada Selasa (10/9). Pengelola Baznas menyambut baik kunjungan tersebut.

Pengumpulan data penelitian ini berlangsung mulai Selasa (20/8) hingga Selasa (17/9), berfokus pada evaluasi dan analisis peran zakat profesi dalam menggerakkan perekonomian mustahik di Kabupaten Bekasi. Zakat profesi, yang dihimpun dari penghasilan individu, diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan taraf hidup penerima zakat melalui program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Dosen UBSI Kampus Karawang Gandeng Baznas

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Asep menjelaskan tujuan utama riset ini,

“Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas zakat profesi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi mustahik di Baznas Kabupaten Bekasi dengan mengoptimalkan dana ZIS yang terkumpul,” ujarnya, dalam keterangan rilis, Rabu (11/9).

Penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan mustahik, pengelola zakat, dan pemangku kepentingan terkait di Kabupaten Bekasi.

Dalam temuan sementara, tim peneliti mengidentifikasi bahwa zakat profesi memiliki potensi signifikan dalam mendukung usaha kecil dan mikro yang dijalankan mustahik. Namun, strategi yang lebih terfokus pada pengembangan keterampilan dan akses ke pasar dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan usaha penerima zakat.

Baca juga: “Potensi Zakat dalam Meningkatkan Ekonomi Mikro (Masa Pandemik Covid-19)”

Sebagai langkah lanjutan, penelitian ini merekomendasikan beberapa inisiatif, termasuk penguatan program pendampingan usaha bagi mustahik, peningkatan keterlibatan sektor swasta dalam memberikan dukungan usaha kepada penerima zakat, serta kolaborasi antara Baznas, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan pelatihan kewirausahaan bagi mustahik.

Penelitian ini diharapkan memberi wawasan lebih mendalam bagi Baznas Kabupaten Bekasi dalam merumuskan kebijakan pengelolaan zakat, khususnya zakat profesi, sebagai instrumen yang lebih efektif dalam pemberdayaan ekonomi mustahik. Tim peneliti UBSI juga berharap hasil penelitian ini dapat diadopsi Baznas di wilayah lain untuk meningkatkan dampak sosial dan ekonomi dana zakat yang dikelola.

Leave A Reply

Your email address will not be published.