Digital Gap Antargenerasi: Dosen UBSI Ajak Mahasiswa Jadi Jembatan Teknologi di Keluarga
BSINews, Tasikmalaya — Pesatnya perkembangan teknologi digital membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun di sisi lain, kesenjangan digital antara generasi muda dan orang tua semakin terasa. Tidak sedikit orang tua yang masih mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi sehari-hari, mulai dari transaksi dompet digital, pemesanan layanan daring, hingga pengelolaan media sosial.
Digital Gap Antargenerasi: Dosen UBSI Ajak Mahasiswa Jadi Jembatan Teknologi di Keluarga
Menanggapi kondisi tersebut, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif, Bambang Kelana Simpony, mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif sebagai jembatan literasi digital di lingkungan keluarga.
“Mahasiswa saat ini sangat akrab dengan teknologi, sementara banyak orang tua masih kebingungan bahkan untuk hal-hal dasar, seperti mengatur aplikasi atau mengenali modus penipuan online,” ungkapnya.
Menurut Bambang, kesenjangan digital bukan semata-mata persoalan kemampuan, tetapi juga keterbatasan akses belajar dan pendampingan. Di sinilah mahasiswa dapat berkontribusi secara langsung melalui hal-hal sederhana namun berdampak besar, seperti mengajarkan penggunaan mobile banking, membantu membuat dan mengelola akun email, hingga menjelaskan cara berbelanja online yang aman.
Ia menegaskan bahwa berbagi literasi digital kepada keluarga merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial mahasiswa. Peran ini sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai kampus berbasis teknologi, UBSI kampus Tasikmalaya tidak hanya berfokus pada pencetakan lulusan siap kerja, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Melalui pembelajaran berbasis proyek, kegiatan literasi digital, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa didorong untuk terlibat aktif menjembatani kesenjangan teknologi, khususnya di lingkungan keluarga.
“Sering kali kita terlalu fokus pada teknologi besar seperti kecerdasan buatan atau komputasi awan, padahal tantangan teknologi justru ada di rumah sendiri. Di situlah mahasiswa bisa mulai berkontribusi,” tambah Bambang.
Baca Juga : Digital Gap Antargenerasi: Dosen UBSI Ajak Mahasiswa Jadi Jembatan Teknologi di Keluarga
Dengan biaya kuliah yang terjangkau dan orientasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman, UBSI kampus Tasikmalaya hadir sebagai institusi yang tidak hanya mencetak lulusan cakap teknologi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian antargenerasi di era digital. (Sfkrhm)