Gelar Saja Tak Cukup, Melatih Skill adalah Kunci Bertahan di Era Ini

0 52

BSINews– Di tengah arus disrupsi digital yang semakin deras, muncul perdebatan klasik namun relevan yaitu, mana yang lebih penting, skill atau gelar? Di satu sisi, gelar akademik selama ini menjadi simbol pencapaian intelektual. Namun di sisi lain, keterampilan praktis justru semakin mendapat tempat di dunia kerja. Kini, pertanyaan yang lebih tepat mungkin bukan “mana yang lebih penting”, melainkan “bagaimana keduanya bisa saling melengkapi?”

Baca juga: Kuatkan Skill Digital, Mahasiswa UBSI Kampus Sukabumi Ikuti Uji Kompetensi Industri

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan, terutama di sektor teknologi dan kreatif, mulai mengalihkan fokus dari sekadar melihat ijazah menuju portofolio dan kompetensi nyata. Kemampuan coding, penguasaan data, kecakapan komunikasi digital, hingga soft skill seperti problem solving dan kolaborasi kini menjadi syarat utama. Gelar memang masih penting sebagai landasan teoritis dan pembuktian proses belajar yang sistematis, namun tanpa keterampilan yang relevan, lulusan bisa saja tertinggal.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif hadir dengan pendekatan yang integratif. UBSI tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori akademik, tetapi juga menanamkan pengalaman praktis lewat pelatihan bersertifikat, praktik industri, dan proyek berbasis kebutuhan dunia kerja. Program studi seperti Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Ilmu Komunikasi Digital menjadi wujud nyata dari komitmen UBSI dalam meramu kurikulum berbasis teknologi yang adaptif dan aplikatif.

Mahasiswa UBSI tidak sekadar mengejar gelar, tetapi juga dibentuk sebagai individu yang siap kerja bermodal keterampilan yang relevan dan mindset pembelajar seumur hidup. Inilah esensi pendidikan modern bukan sekadar mencetak sarjana, tapi juga menyiapkan talenta yang siap bersaing di pasar global yang dinamis.

Baca juga: Skill, Kreativitas, dan Kenyataan Hidup: Oleh-Oleh dari Sambutan Dekan FKB UBSI di Postinc Goes to Campus

Di era yang serba cepat dan menuntut fleksibilitas tinggi, pendidikan tinggi harus mampu menjembatani teori dan praktik. Bukan soal memilih antara gelar atau skill, tetapi bagaimana mengombinasikan keduanya secara harmonis. Karena pada akhirnya, mereka yang mampu beradaptasi dan terus belajar, adalah mereka yang akan memimpin perubahan.

Oleh: Ricki Sastra selaku Kepala Kampus UBSI Kampus Kramat 98

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.