Vertigo di Usia Remaja? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!
BSINews – Pernahkah kamu merasa dunia di sekitarmu tiba-tiba berputar, bahkan ketika kamu sedang duduk diam atau hanya menunduk sebentar? Jika iya, kamu mungkin pernah mengalami vertigo. Meski sering dianggap sebagai penyakit orang tua, ternyata vertigo juga bisa dialami remaja, lho! Ini fenomena yang menarik sekaligus mengkhawatirkan, mengingat usia remaja seharusnya menjadi masa paling energik dan produktif.
Sebenarnya, vertigo bukan sekadar pusing biasa. Ini adalah sensasi ilusi gerakan, seolah-olah tubuh kita atau lingkungan di sekitar kita sedang berputar. Ada dua jenis vertigo, yaitu vertigo perifer (yang berhubungan dengan telinga dalam) dan vertigo sentral (yang terkait dengan gangguan di otak). Pada remaja, vertigo bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari perubahan posisi kepala yang tiba-tiba, stres berlebihan, hingga penggunaan gadget yang terlalu lama. Yups, layar HP bisa jadi salah satu biang keladinya!
Apa saja penyebab vertigo pada remaja?
Kalau kita gali lebih dalam, ada beberapa penyebab utama vertigo pada remaja yang perlu diwaspadai:
1. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Gangguan ini disebabkan oleh kristal kalsium (otoconia) yang terlepas dan mengambang di cairan telinga dalam. Biasanya dipicu oleh gerakan kepala mendadak, seperti bangun tidur atau menunduk cepat.
2. Migrain Vestibular
Jenis vertigo ini sering dialami remaja yang punya riwayat migrain. Stres, kurang tidur, atau konsumsi makanan tertentu seperti cokelat dan keju bisa jadi pemicunya.
3. Infeksi Telinga atau Labirinitis
Peradangan pada telinga bagian dalam akibat infeksi virus atau bakteri juga bisa menyebabkan vertigo. Biasanya disertai mual, muntah, dan gangguan pendengaran.
4. Stres dan Kecemasan
Percaya atau tidak, beban pikiran dan kecemasan berlebihan bisa mengacaukan keseimbangan tubuh dan memicu vertigo.
5. Dehidrasi atau Kurang Gizi
Kurang minum, anemia, atau gula darah rendah bisa menyebabkan pusing yang mirip vertigo.
6. Penggunaan Gadget Berlebihan
Menatap layar terlalu lama tanpa istirahat, terutama jika dilakukan dengan posisi kepala yang kurang stabil, bisa memicu vertigo.
Baca juga: Testimoni Penuh Motivasi! Alumni Bukakan Jalan Menuju Karier Keperawatan yang Gemilang
Cara mengatasi dan mencegah vertigo pada remaja
Lalu, bagaimana cara mengatasi vertigo pada remaja? Untungnya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:
1. Manuver Epley
Ini adalah teknik sederhana untuk mengembalikan posisi kristal di telinga dalam. Biasanya dilakukan oleh dokter atau terapis.
2. Obat-obatan
Jika vertigo disebabkan oleh infeksi atau migrain, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk meredakan gejalanya.
3. Hidrasi dan Pola Makan Seimbang
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dan asupan nutrisi tercukupi untuk mencegah vertigo akibat dehidrasi atau kurang gizi.
4. Manajemen Stres
Meditasi, yoga, atau sekadar jalan santai bisa membantu menurunkan tingkat stres yang memicu vertigo.
5. Batasi Screen Time
Istirahatkan mata secara berkala saat menatap layar gadget untuk mencegah ketegangan mata dan leher.
6. Terapi Akupresur
Ini adalah metode yang lagi naik daun. Dengan menekan titik-titik tertentu di tubuh, seperti Union Valley (LI4) atau Feng Chi (GB20), kita bisa meredakan sakit kepala dan vertigo secara alami.
Baca juga: Bukan Mimpi! Kerja di Jepang Jadi Nyata Lewat Program Keperawatan UBSI
Kesimpulan: yuk, lebih peka dengan kesehatan!
Vertigo pada remaja mungkin jarang dibahas, tapi bukan berarti bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, vertigo bisa mengganggu aktivitas, menurunkan produktivitas, dan bahkan merusak kualitas hidup. Jadi, kalau kamu sering merasa dunia berputar tiba-tiba, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati! Yuk, jaga kesehatan dan tetap aktif tanpa pusing-pusing!
Penulis: Ns. Agus Citra Dermawan, Sekretaris Prodi Keperawatan UBSI