Atur Keuangan Komunitas Jadi Lebih Rapi! UBSI Hadirkan Solusi Digital untuk Guru GKM Bogor
BSINews, Bogor – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada komunitas Guru Kreatif Mandiri (GKM) di Kecamatan Bojonggede, Bogor, Sabtu (25/4). Kegiatan ini mengusung tema “Manajemen Keuangan untuk Menunjang Efektivitas Kegiatan Administrasi pada Guru Kreatif Mandiri (GKM)”.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam mengelola administrasi keuangan komunitas secara lebih tertib, transparan, dan efisien. Dalam pembukaan, perwakilan GKM menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan komunitas guru.
PKM dorong transparansi dan efektivitas administrasi keuangan komunitas guru
Tim PKM UBSI memaparkan pentingnya manajemen keuangan, khususnya yang berbasis digital, sebagai salah satu aspek utama dalam mendukung keberlangsungan organisasi. Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berfungsi untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Dosen UBSI, Hananda Priyandaru, dalam pemaparannya menekankan bahwa tata kelola keuangan yang baik akan berdampak luas bagi organisasi.
“Manajemen keuangan yang baik bukan hanya menjamin operasional organisasi berjalan lancar, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan seluruh anggotanya,” ujarnya dalam keterangan rilis Sabtu (25/4).
Baca juga: Dari Scroll ke Skill! Dosen UBSI Sulap TikTok Jadi Kelas Bahasa Inggris untuk Pemuda Pinang
Selain teori, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi keuangan berbasis digital seperti Microsoft Excel, Google Sheets, serta aplikasi keuangan UMKM yang mudah digunakan. Aplikasi tersebut dinilai praktis karena tidak memerlukan kemampuan teknis yang tinggi, sehingga cocok digunakan oleh para guru.
Pelatihan ini juga mencakup fitur-fitur penting seperti transparansi dana, penyusunan laporan keuangan, perencanaan anggaran, hingga pengelolaan jadwal kegiatan keuangan. Dengan pendekatan yang aplikatif, peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Banyak peserta aktif bertanya terkait pengelolaan keuangan yang mereka hadapi di komunitas.
Di akhir kegiatan, perwakilan GKM, Siti Nurlaila Huden, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan dampak berkelanjutan. Ia menuturkan,
“Kami berharap pelatihan ini dapat membantu kami mengelola administrasi keuangan komunitas dengan lebih baik, sehingga kegiatan yang dijalankan menjadi lebih tertata dan transparan,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan souvenir serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan. Melalui kegiatan ini, UBSI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidik melalui program pengabdian yang relevan dan berdampak nyata. (Niken)